07 Desember 2017 | Solo Metro

Pejabat Tak Siap Diminta Minggir

  • Visi-Misi Bupati hingga 2021

KLATEN- Pejabat dan perangkat daerah yang tidak siap memperbaiki etos kerja, diminta minggir. Hal itu ditegaskan Bupati Klaten Sri Mulyani, saat menyampaikan visi dan misi pemerintahan 2017 sampai 2021. ”Bagi yang tidak siap memperbaiki etos kerja yang lebih baik, silakan minggir,” tegas Sri Mulyani di rapat paripurna istimewa DPRD, Rabu (6/12).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Agus Riyanto, dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan tokoh masyarakat. Sri Mulyani meminta jajaran perangkat daerah bersatu mempertahankan prestasi, mengejar yang tertinggal, dan memperbaiki yang masih kurang. Bagi yang tidak siap dia meminta perangkat daerah tersebut minggir, daripada nantinya dipinggirkan dan direformasi oleh keadaan. Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, termasuk DPRD, jajaran perangkat daerah, dan semua elemen masyarakat. Semua komponen diharapkan menjalin sinergi dan bahu-membahu memajukan masyarakat. Ke depan masih banyak tantangan yang harus diselesaikan di banyak bidang. Dengan dukungan semua elemen masyarakat, dia optimistis semua tujuan akan tercapai. Kejadian yang lalu harus dilupakan untuk bangkit.

Delapan Gatra

Menurut Mulyani, baginya menjadi Bupati bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk pengabdian. Untuk mewujudkan visi dan misinya, disebutkan ada delapan gatra atau prinsip dasar yang disebut asta wilapa sari. Kedelapan prinsip dasar itu adalah redi tinaping, jiwan danarto, lir ginelar, pitraya indika, andaya wilang, surya sribawanti, rahartaya dan traju tresna.

Artinya, pemimpin harus bersatu dengan masyarakat, mampu membaca tanda-tanda zaman, mengambil keputusan secara musyawarah, jiwa pengabdian dilandasi semangat melayani, jangan mengumbar janji tapi fokus pada menyejahterakan rakyat, menjadi pelindung peradaban, selalu tawakal dan arif bijaksana.

Pemerintah tidak boleh kehilangan momentum strategis saat ini, dengan berupaya melakukan perbaikan birokasi, meningkatkan regulasi, efisiensi, dan efektivitas semua aspek dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat. ”Ini mudah dipahami, tetapi mengandung kompleksitas perubahan. Tidak hanya struktur organisasi, tetapi juga aspek lain,” katanya.

Ketua DPRD Agus Riyanto mengatakan, apa yang disampaikan Bupati yang baru merupakan penegasan dari visi dan misi yang sudah disampaikan sebelumnya. Namun ada satu hal yang perlu diapresiasi dari penyampaian visi dan misi itu, yaitu tentang komitmen Bupati terkait birokrasi. ”Tadi mendapatkan aplaus, sebab birokrasi yang tidak mau meningkatkan etos kerja diminta minggir, daripada dipinggirkan keadaan,” ungkapnya.(H34-37)

Berita Lainnya