07 Desember 2017 | Hukum

Berkas Novanto Dilimpahkan

  • Diusung Pakai Troli, Capai Ribuan Halaman

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Ketua DPR Setya Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (6/12). Berkas perkara tersangka korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP itu mencapai ribuan halaman, sehingga harus diusung menggunakan beberapa kereta dorong atau troli.

“Saya tidak hitung berapa halaman. Ribuan, tapi saya tidak hafal,” kata jaksa penuntut KPK Irene Putri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (6/12). Irene mengatakan, berkas perkara yang dilimpahkan tersebut terdiri atas surat dakwaan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka dan saksi, serta barang bukti. Menurutnya, berkas sudah diterima Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Berkas perkaranya sudah dilimpahkan, dakwaan dan BAPsudah, termasuk barang bukti kami limpahkan. Kami tinggal tunggu waktu sidang,” ujar Irene. Menurut Irene, setelah berkas perkara dilimpahkan, dalam kurun waktu tiga sampai tujuh hari, pengadilan akan menetapkan majelis hakim dan jadwal sidang perdana. “Kami tunggu penetapan hakim dan jadwal sidang. Biasanya tiga sampai lima hari, maksimal tujuh hari,” ujarnya.

Bukan Strategi

Irene menegaskan, pelimpahan berkas Novanto, kemarin, bukan sebagai strategi menghindari praperadilan ketua umum nonaktif Partai Golkar itu. Rencananya, sidang praperadilan akan digelar kembali Kamis (7/12) ini. Menurut dia, berkas dilimpahkan karena seluruhnya memang telah lengkap. “Tidak, ini proses biasa, bukan bagian strategi. Memang kami pikir sudah harus dilimpahkan,” kata dia.

Novanto mengajukan gugatan praperadilan yang kedua setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pada sidang putusan praperadilan pertama, 29 September lalu, dia dinyatakan menang oleh hakim tunggal Cepi Iskandar sehingga status tersangkanya gugur. Namun, KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka. KPK menyatakan berkas perkara Novanto lengkap atau P-21.

KPK kemudian melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor. Berkas tebal itu sudah tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sekitar pukul 15.45. Bundelan berkas itu tertulis atas nama tersangka Setya Novanto. Saking tebalnya, berkas tersebut harus dibawa menggunakan beberapa kereta dorong atau trolley.(K32,cnn-39)

Berita Lainnya