07 Desember 2017 | Edukasia

Percaya Diri Jadi Tantangan Bahasa Indonesia

JAKARTA- Bahasa merupakan salah satu upaya yang perlu ditumbuhkembangkan untuk memahami jati diri bangsa. Sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi pilihan bahasa dalam sebuah masyarakat penutur, antara lain sikap bahasa, identitas, dan mobilitas masyarakat. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar menyampaikan, salah satu tantangan bangsa ini, harus semakin percaya diri bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak sekali anugerah, di antaranya bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

”Sebagai negara hukum, kita memiliki aturan perundangan yang terkait dengan bahasa. Kita memiliki UUD 1945 yang menyatakan bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia,” ujar Dadang Sunendar, setelah Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, di Jakarta, Selasa (5/12).

Aturan turunannya, lanjut Dadang, juga sudah ada pada UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. ”Jadi, sebetulnya kita hanya tinggal mengikutinya karena aturannya sudah ada dan sudah dijelaskan,” tuturnya. Dadang juga mengatakan, Badan Bahasa ingin menyosialisasikan tantangan tersebut kepada masyarakat yang belum tahu tentang undang-undang tersebut.

Menertibkan

”Dalam hal ini, kami dari Badan Bahasa meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menertibkan bahasabahasa yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya. Badan Bahasa terus mengingatkan kepada pemimpin daerah, lembaga negeri maupun swasta tentang undang-undang tersebut dan implementasinya.

Misalnya, saat ini, Badan Bahasa bisa mendorong beberapa pemda yang sudah mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah. ”Contohnya Provinsi Sumatra Utara sudah mengeluarkan Perda Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Negara dan Pelestarian Bahasa Daerah. Harapannya, tentu saja perda itu dapat diikuti oleh semua kabupaten/kota,” harapnya.(nya-21)

Berita Lainnya