07 Desember 2017 | Edukasia

Mencetak Lulusan Bermental Pemberani

SEMARANG- Lulusan perguruan tinggi tak cukup hanya bersenjatakan kompetensi akademik yang memadai. Lebih dari itu, mereka juga butuh menguatkan mental sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan di tengah masyarakat.

’’Terutama menempa mental baja dan pemberani. Pemberani untuk menjadi sarjana yang siap pakai dan bisa bertransformasi sebagai apa saja. Sebagai ahli atau malah menciptakan lapangan usaha mandiri,’’tutur Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof Dr Dwi Yuwono Puji (DYP) Sugiharto, di Hotel Patra Jasa, Rabu (6/12).

Guru besar Unnes tersebut menyampaikan hal itu di hadapan wisudawan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang dilepas secara resmi oleh Rektor Prof Dr Edi Noersasongko. Hadir dalam upacara Wisuda Ke-61 itu para wakil rektor, guru besar, dan dosen. Menurut DYP Sugiharto, keinginan menempa mental pemberani tidak akan sulit diwujudkan lulusan Udinus. Sebab, kampus itu juga telah mendidik peserta perkuliahan dengan standar akademi tinggi. ’’Apalagi Udinus dalam perkembangannya senantiasa memperkuat mutu institusinya.

Kampus ini sekarang bahkan menyandang peringkat akreditasi institusi A dari BAN PT. Kalau boleh dibilang peringkat A, lulusannya bisa bermetamorfosis sebagai ‘apa saja’,’’ terangnya. Menjadi lulusan yang piawai dalam bidang apa saja itu tentu dalam pengertian positif. Rektor Edi Noersasongko mengakui lulusan kampus yang dia pimpin itu tak bakal khawatir selepas menempuh perkuliahan.

Sebab, mereka telah mendapat bekal sangat komplet yang menjadikannya memiliki kompetensi mencukupi. Tak cukup hanya memahami persoalan Tri Dharma yang mencakup pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, lulusan juga sudah mencicipi kuliah wirausaha. Pada akhirnya mereka lulus dengan performa yang maksimal.

Selain bekal keilmuan memadai, juga terbentuk orientasi untuk berani menjadi pengusaha. Dalam kesempatan itu juga digelar penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Udinus dan Telkom. Kesepakatan antara dua instansi itu terkait dengan sinergi kewirausahaan dan industri digital telekomunikasi yang saat ini merebak dan dibutuhkan semua lini industri.(H41-49)

Berita Lainnya