06 Desember 2017 | Hukum

Polisi Tunggu Interpol

  • Bahrun Naim Dilaporkan Tewas

JAKARTA- Polisi masih mencari informasi yang akurat soal kabar tewasnya pentolan teroris asal Indonesia, Bahrun Naim (34), yang kini ikut berperang bersama kelompok teror Islamic State (IS) di Suriah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku, pihaknya belum mendapatkan informasi valid soal kematian petinggi IS asal Pekalongan itu. ”Kami harus mencari sumber resmi yang akurat dari Interpol, bisa juga dari Amerika, Inggris, Arab, atau Rusia yang memiliki akses terhadap informasi tersebut,” kata Tito di Tangerang Selatan, Selasa (5/12).

Kapolri menduga, bisa saja Bahrun Naim memalsukan informasi soal kematiannya sendiri agar tak lagi diburu. Selain berupaya mencari kepastian kabar kematian Bahrun, polisi juga mencari pelaku penyebar kabar kematian pelaku terror paling dicari di Indonesia itu. ”Proses pencarian penyebar informasi masih berjalan sekarang,” kata dia.

Kabar kematian Bahrun beredar luas di masyarakat sejak 30 November lalu dari aplikasi pesan Whatsapp. Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang teror bom Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Dia disebutsebut sebagai pemimpin kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan perekrut teroris asal Asia Tenggara. Bahrun piawai mengajarkan cara membuat bom melalui grup-grup Telegram internal teroris. Untuk mendalami informasi tersebut, Polri melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, khususnya Ditjen Perlindungan Warga Negara Indonesia. ”Biasanya, kalau misalnya ada penangkapan terhadap seorang warga negara X misalnya, negara X tersebut melalui kepolisian atau melalui militernya diberi informasi oleh negara penangkap,” kata Kapolri.

Bahrun Naim mulai muncul ketika ditangkap Densus 88 pada 2010 karena menyimpan senjata api dan amunisi. Amunisi itu disebut Bahrun titipan dari seorang buron kasus terorisme. Dia juga dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.(K24,ant-39)

Berita Lainnya