image
03 Desember 2017 | Her Spirit

Jessica Susanto

Jatuh Cinta pada Bunga

Sudah sejak lama Jessica Susanto jatuh cinta pada bunga. Baginya, bunga tak hanya sebagai simbol kecantikan dan keindahan, namun juga perwakilan perasaan. Berangkat dari rasa cintanya akan keindahan, Jessica mantap membangun bisnis rangkaian bunga yang diberi nama Boenga Florist.

”Bagi saya, bunga adalah simbol kecantikan dan keindahan. Melalui bunga setiap orang dapat mengungkapkan perasaannya kepada orang lain. Itulah sebabnya saya merasa jatuh cinta pada bunga dan terjun di bisnis rangkaian bunga,” tutur Jessica. Tak main-main, usai memantapkan diri untuk terjun di dunia yang ia sukai, Jessica langsung mengambil kursus merangkai bunga.

Hal ini ia lakukan agar bisnisnya tak berdasar pada kesenangan semata, tetapi juga keterampilan yang mumpuni. “Awalnya saya sangat menyukai rangkaian bunga, lalu saya mengambil kursus merangkai bunga agar hobi saya memiliki wadah yang tepat. Setelah itu, barulah saya mantap untuk membuka bisnis rangkaian bunga yang saya namakan Boenga Florist,” jelas perempuan penyuka warna pastel ini.

Boenga Florist sendiri telah dikenal sebagai florist di Semarang yang menyediakan berbagai rangkaian bunga segar dan artificial flower berkualitas untuk buket, bunga meja, dan berbagai bentuk rangkaian bunga lain demi mempercantik momen spesial. Jessica berpendapat bisnisnya ini tak hanya memberikan kualitas bunga tinggi, tapi juga mengutamakan pelayanan kepada klien. “Menurut saya kepuasan klien adalah sebuah penghargaan besar.

Menyediakan bunga segar dan artificial flower berkualitas tinggi adalah cara saya memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Selain itu Boenga Florist fokus pada personal setiap pelanggan demi mewujudkan bunga terindah sesuai dengan permintaan pelanggan,” ujar gadis kelahiran Semarang, 24 Juni 1992 ini.

Kepuasan Pelanggan

Saat ditanya apa pengalaman paling menyenangkan selama menjalankan Boenga Florits, lagi-lagi Jessica menyatakan kepuasan pelanggan adalah pengalaman terindah baginya. “Ketika pelanggan mengatakan ia sangat puas dan senang dengan kreasi bunga yang saya rangkai, itu benar-benar membuat saya bahagia.

Saya merangkai dengan cinta, ketika hal itu disambut dengan cinta juga dan dapat membuat orang lain bahagia tentu hati saya lebih bahagia lagi,” aku Jessica sambil tersenyum. Ternyata tak melulu pengalaman menyenangkan yang Jessica alami. Ia juga sempat merasa sedih dan kecewa saat ada sebagian besar orang yang tak menghargai kerja kerasnya. “Bunga yang saya sajikan adalah bunga kualitas premium dengan rangkaian spesial dan berbeda dari vendor florist yang lain.

Karena itu, harga yang kami tawarkan juga relatif lebih mahal. Namun banyak orang yang kurang mengapresiasi dan memahami hal ini. Tentu ini membuat saya sedih dan kecewa, tapi ini akan menjadi PR besar bagi saya untuk menyediakan bunga bagi berbagai kalangan,” ungkapnya, bersemangat.(58)

Tentang
Jessica Susanto
Semarang, 24 Juni 1992

? Hobi travelling
? Suka keindahan
? Senang tantangan
? Ceria

Teks :Dhaneswari Tiara
Foto dan Busana :Jessica Susanto

 

Berita Lainnya