image
03 Desember 2017 | Ekspresi Suara Remaja

Belajar Wirausaha pada Zanana

SEBELUMtembus ke pasar ritel dunia, Gazan Azka Ghafara (22) jatuh bangun membesarkan bisnis keripik pisang Zanana Chips. Yang mengagumkan, ia merintis usaha itu hanya bermodal Rp 1.050.000.

Di deretan etalase sebuah supermarket, produk Zanana terlihat mencolok. Maklum, di antara produk makanan lain yang berbalut kemasan warnawarni, Zanana tampil hanya dengan satu warna: kuning. Selain karena mewakili warna pisang, pemilihan itu merupakan strategi penjualan Zanana.

“Rasa yang berkualitas adalah hal penting dalam menjual makanan. Tetapi bagaimana konsumen tahu kalau rasanya berkualitas jika dari segi kemasan saja tidak menggoda?,” kata Gazan. Gazan sangat berhati-hati saat menentukan warna dan bentuk kemasan, logo, hingga nama “Zanana”.

Pasalnya, pria asal Bandung itu percaya bahwa tampilan luar tersebut merupakan representasi produk yang ia jual. Namun, kecuali itu Gazan tak lupa menomorsatukan rasa. “Fokusnya tidak hanya menyuguhkan rasa enak, tapi juga harus ngangenin alias bikin kangen konsumen. Dengan begitu konsumen akan tertarik untuk membeli ulang,” tutur Gazan. Zanana Chips lahir pada 2013 saat Gazan berusia 18 tahun. Idenya muncul saat Gazan rindu makan keripik pisang Lampung, yang susah dijumpai di Bandung.

Iseng bertanya ke teman-teman dekatnya, ternyata mereka mengalami hal yang sama. Dari situ Gazan terpikir untuk memproduksi keripik pisang yang bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia. Keripik pisang bukanlah bisnis pertama Gazan. Di usia 16 tahun, Gazan pernah mendirikan warung makan ayam lunak di daerah Universitas Padjajaran, Bandung. Naas, usaha tersebut mandek setelah berjalan 13 bulan. Setelahnya Gazan beralih ke bisnis risoles.

Lagi-lagi, bisnisnya harus kembali berakhir meski dia sukses memiliki tiga outlet. Walau jatuh bangun, apa yang membuat semangat bisnis Gazan terus menyala? Saat berusia lima tahun, orang tua Gazan bercerai sehingga ia, ibu, dan kakak perempuannya harus menjalani masa sulit. Bahkan untuk sekadar makan, mereka harus berhutang. Dalam keadaan terhimpit itu, Gazan terpacu untuk mengubah nasib keluarganya. Atas motivasi itu ia menyebutnya “the power of kepepet”.

Merek Lokal

Kisah perjalanan bisnis itu diceritakan Gazan dalam Seminar Nasional Entrepreneur Diary Diponegoro for Students (Defos), Sabtu (28/10). Berlokasi di Gedung Litigasi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Gazan menjadi satu-satunya pembicara di acara bertajuk “Keep Shining with Local Brand” tersebut.

Defos merupakan agenda garapan UKM Research and Business (R’nB) Undip. Setelah berulang kali sukses menyelenggarakan seminar nasional dengan tema passionpreneur, technopreneur, sociopreneur, dan bisnis rintisan, tahun ini UKM R’nB mengangkat topik membangun bisnis lokal di kancah internasional.

“Kami berharap peserta termotivasi untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari acara ini ke dalam dunia wirausaha,” ujar ketua Defos Syahrul Mubarak. Dalam seminar tersebut Gazan membongkar rahasia sukses Zanana Chips. Menurutnya, keberhasilan itu diraih berkat promosi gencar di media sosial. Bukan hanya meminta bantuan orang-orang berpengaruh di media sosial, Gazan bahkan menggandeng beberapa artis untuk mengiklankan Zanana.

Soal ini Gazan pintar memanfaatkan peluang. Sebab, 2-3 tahun lalu, meminta bantuan seseorang untuk mengiklankan produk tidaklah berbayar. Selama menjalankan bisnis, lelaki yang memilih tidak kuliah ini mengaku selalu memperbarui ilmu wirausaha dengan membaca buku dan mengikuti seminar kewirausahaan. Kini Gazan memetik hasilnya.

Di usia ke-4, Zanana Chips telah didistribusikan ke 70 kota di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, dan negara lain. Seusai seminar, Defos mengadakan sesi kelas. Ada tiga kelas yang bisa dipilih peserta. Yakni kelas foto produk oleh creativepreneur dan fotografer, Ekky Rizky Fajar. Lalu kelas pemasaran digital yang diasuh CEO HeroSoftMedia Hero Wijayadi.

Dan yang terakhir kelas desain produk oleh Irvan Subekti, pendiri IS Creative. Ketua UKM R’nB Adli Dzil Ikram berharap pelaksanaan Defos yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat membangkitkan motivasi anak muda untuk bisa berkarya lebih baik, utamanya di bidang kewirausahaan.(Sofie Dwi Rifayani-63)

Berita Lainnya