image
03 Desember 2017 | Yunior

Pengalamanku

Olah Raga Naik Gunung Tidar

DIKota Magelang ada bukit yang terkenal. Namanya Gunung Tidar. Pada hari Minggu di bulan Oktober lalu, aku bersama ayah dan ibuku naik Gunung Tidar. Aku melihat banyak monyet di pinggir jalan. Ada yang sedang makan kacang, ada yang makan pisang. Aku terkejut, ternyata ada juga monyet yang makan nasi. Kayak manusia saja ya. Aku melemparkan kacang, langsung disambar monyet-monyet itu.

Lalu langsung dimakan. Lucu sekali tingkah mereka. Ada juga monyet yang terus mengikuti aku. Ibuku takut, lalu, sebungkus kacang dilemparkan ke binatang itu. Aku tertawa melihat monyet-monyet itu berebutan kacang. Jalan menuju puncak Gunung Tidar itu berundak- undak. Cukup tinggi juga. Aku berjalan pelan-pelan karena lelah. Kadang berhenti sejenak sambil melihatlihat pohon besar. Suasananya seperti hutan lebat. Banyak pohon besar dan tinggi. Matahari pagi menerobos di sela daun-daun pohon.

Burungburung berkicau merdu. Banyak orang berkunjung ke Gunung Tidar. Ada anak-anak dan orang dewasa. Sampai di atas aku melihat makam yang sangat panjang. Aku pun ketakutan dan langsung berlari ke arah ibuku. Kata ibuku, tidak usah takut, itu hanya makam. Itu Makam Kiai Sepanjang. Dan ada satu lagi makam namanya Syeh Subakir. Banyak orang berziarah ke makam itu. Aku melanjutkan perjalanan sampai ke sebuah lapangan yang cukup luas. Ternyata puncak Gunung Tidar itu sebuah lapangan.

Lapangan itu sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan. Pada saat aku naik Gunung Tidar ada banyak anak sekolah yang melakukan kegiatan di lapangan itu. Di dekat lapangan ada monumen yang menjulang. Banyak pula orang berjualan makanan dan minuman di pinggir lapangan itu. Ada masjid juga di sana. Oh iya ternyata masih ada makam lagi di atas Gunung Tidar itu.

Makam Kiai Ismoyo Jati. Aku hanya melihat dari kejauhan. Setelah melihatlihat suasana di atas, aku kembali turun. Naik Gunung Tidar menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Aku bisa melihat monyet, dan merasakan suasana di tengah hutan. Kata ibuku, naik Gunung Tidar itu juga olahraga jalan kaki lho. Badan menjadi sehat keluar keringat. (58)

Sarah Aliya Saraswati Kelas 1 Al Adhiim SD Mutual Kota Magelang

Berita Lainnya