03 Desember 2017 | Yunior

PUISI

Natal Sejati

Banyak cerita telah kuresapi
Banyak tempat telah aku kunjungi
Namun tiada pernah kutemukan
Sosok yang rela meninggalkan zona nyaman
Demi menebus miliknya yang justru
menghinanya

Yesus, sang Tuhan yang mahakuasa
Lebih rela menderita turun ke dunia fana
Asal bersama-sama manusia
Daripada di surga mulia
Duduk seorang diri di singgasana

Kelahiran-Nya di hari Natal
Merupakan deritanya yang paling awal
Ya, Natal memang bukan masa hura-hura
Bukan juga tentang Sinterklas dan hadiahnya
Natal bermakna tentang kasih, pengorbanan,
dan keselamatan
yang harus kita sebarkan ke seluruh pulau,
benua, dan lautan

Lavelyna Rapha Adjikusuma Kelas 8D/ No 15 SMP Kristen YSKI Semarang

Ibu

Kuucapkan terima kasih
Untuk dirimu yang penuh kasih
Kau selalu memberiku perlindungan
Dengan penuh pengorbanan

Ibu
Maafkan aku yang terkadang kasar
dan suka ingkar
Namun aku selalu belajar darimu ibu
Belajar tentang sosok yang sabar
Tentang sosok yang tegar
Untuk menjalani kehidupan yang terkadang
hambar

Tuhan
Jagalah ibuku
Muliankanlah ibuku
Beri umur panjang kepada ibuku
Agar aku bisa menikmati senyuman ibuku
setiap waktu

Chalfina Egy Noviana Begulon RT 1 RW V Desa Kramat Kranggan, Temanggung

Berita Lainnya