image
26 November 2017 | Her Spirit

Dini Shanti Purwono

Tak Lagi di Belakang Layar

Seperti ilmu padi, begitulah filosofi yang dipegang Dini Shanti Purwono. Semakin berkualitas, semakin rendah hati. Meski termasuk jajaran pengacara papan atas Indonesia, lulusan Harvard Law School, Amerika Serikat, ini tak ingin jemawa.

Sejak berkiprah, dia justru tak banyak tampil di muka umum laiknya pengacara lain. Belakangan Dini, begitu dia akrab disapa, sering terlihat di Kota Semarang. “Saya suka blusukan karena bisa berinteraksi langsung dengan warga. Bisa ngobrol bareng dan tahu persoalan utama,” ungkapnya. Dini sudah 20 tahun menggeluti profesi advokat. Kendati demikian, ia tak melulu bicara hukum.

Penyuka olahraga lari ini kerap menyimak dinamika masyarakat, misalnya kesehatan ibu hamil. Tak memiliki kompetensi tentang kesehatan, bukan berarti tak bisa berbuat apa-apa membantu masyarakat. Saat blusukan ia ajak rekan dokter menjawab keluhan warga, seperti ke Tambakrejo, Semarang Utara. Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini, dikenal sebagai advokat yang kerap menangani permasalahan hukum korporasi, investasi dan pasar modal.

Berintegritas

“Profesi saya di dunia hukum lebih banyak di belakang layar. Saya biasa menangani perjanjian, struktur transaksi bisnis, legal advice, dan legal opinion terkait kegiatan korporasi. Klien saya adalah perusahaan, termasuk perusahaan asing,” kata ibu satu anak itu, yang begitu gayeng kalau diajak diskusi soal penggusuran, bahaya narkoba, hingga persoalan petanian.

Meski banyak berkutat persoalan investasi dan pasar modal, Dini tak lantas melupakan kepentingan publik. Seperti, saat dipercaya menjadi staf ahli bidang hukum oleh Chatib Basri, Menteri Keuangan pada 2013-2014.

Pun halnya saat Chatib menjadi Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) pada 2012-2013. Advokat senior dan pegiat HAM, Todung Mulya Lubis, bahkan mangacungkan jempol untuk juniornya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu. Dini dinilai profesional, cerdas, dan punya integritas. “Kalau ingin penegakan hukum lebih baik dan politik berkurang korupsinya, kita tidak bisa hanya diam. Kini saatnya memberi kontribusi dan gagasan untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkap wanita yang mendaftar jadi calon anggota legislatif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu. Jika ingin jadi peran utama, ini saatnya Dini keluar dari balik layar.(58)

Teks : Zulkarnain M
Foto dan Busana : Dini Shanti Purwono

Berita Lainnya