image
26 November 2017 | Her Spirit

Advokat, Lari, dan Mengabdi

Jika ditanya karier apa yang paling disenangi, pasti jawabnya advokat. Jika ditanya olahraga yang digandrungi, secara lugas pasti dijawab lari. Tugas apa yang dicita-citakan, ia sontak menjawab mengabdi masyarakat dan negara. Dan jika ada kota yang membuatnya jatuh cinta, Semaranglah ujarnya. Ya, beberapa tahun belakangan ini hasrat Dini Shanti Purwono menggelora ketika diajak bercerita tentang sudut Kota Semarang.

Padahal sudah tak terhitung kota di Indonesia dan manca disinggahi. Entah kenapa Dini begitu antusias. “Semarang itu sangat memesona. Indah, berkarakter, masyarakatnya ramah dan toleran, berfikiran terbuka dan maju untuk menyongsong masa depan. Kota ini patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Menurut Dini, Semarang memiliki modal masyarakat yang terbuka dan kreatif. Hal itu ditunjukkan misalnya dengan berkembangnya kerajinan batik dan berbagai produk kuliner. “Kampung batik itu contoh kekuatan komunitas kreatif. Dengan tambahan sentuhan manajemen dan marketing yang bagus, konsep kampung unggulan akan bisa membawa kesejahteraan bagi warga kota. Hal ini bisa jadi contoh untuk wilayah lain,” tutur lulusan Harvard Law School ini.

Ilmu dan kemampuan yang dimiliki kini didermakan ke masyarakat luas. Jika dulu ia hanya menangani persoalan pada perusahaan, kini wanita kelahiran Jakarta pada 29 April 1974 ini lebih luas lagi. Dini tak sungkan-sungkan terjun langsung ke tengah masyarakat.

Persoalan sosial, hukum, politik, budaya, pendidikan, hingga dunia anak muda, ia ayo saja. Dini nampaknya sudah mantap mengabdi kepada masyakat. Idealisme dan komitmen yang dimiliki jadi modal utama.(58)

Teks : Zulkarnain M
Foto dan Busana : Dini Shanti Purwono

Berita Lainnya