image
26 November 2017 | Ekspresi Suara Remaja

GAYA

Ajak Anak Muda Berpikir Kreatif

Harum kopi seketika memenuhi Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang (Polines) saat Evani Jesslyn, pemilik Strada Coffee Semarang, mendemonstrasikan cara menyeduh kopi. Sebanyak 100 dari 270-an peserta yang hadir di ruang itu berhak mencicipi kopi secara cuma-cuma.

Dibantu seorang barista, Evani menjelaskan tahap demi tahap membikin kopi dengan metode V-60. Metode ini dinilai hampir selalu menghasilkan kopi yang berkarakter. Siang itu, Sabtu (18/11), Evani tak cuma “atraksi” menyeduh kopi, tapi sekaligus jadi pemateri dalam Seminar Nasional Creativepreneur “Think Creative for Your Business”.

Sebagai pemilik kafe spesialis penyedia kopi, finalis The Barista and Farmer Talent Show 2016 di Brasil itu fasih bercerita soal kopi dari hulu ke hilir. Berbisnis kopi, ujarnya, berarti bisa melibatkan beberapa profesi lain sekaligus. Sebutlah petani kopi, penyangrai kopi, hingga barista. Kecuali itu, “Saya berbisnis ini karena ingin mempromosikan kopi Indonesia. Hanya kopi Indonesia. Di Strada Coffee, saya menyediakan kopi dari Sabang sampai Merauke,” cetus Evani. Berpikir kreatif ala Evani tak hanya berhenti di bisnis kafe kopi.

Selain Strada Coffee, Evani juga mendirikan First Crack Coffee Academy, tempat edukasi pengolahan kopi, di Jakarta. Atas kiprahnya menaikkan pamor kopi lokal, Evani dapat kesempatan menyeduhkan kopi untuk Presiden Jokowi di Istana Negara pada Hari Kopi Nasional, 1 Oktober lalu. Dalam seminar itu Evani tidak sendiri. Di antara jeda sesi Evani dengan pembicara selanjutnya, yakni pemilik Brownies Manten Patria Prima, peserta dipersilakan menikmati bazar aneka produk lokal di teras Ruang Serba Guna Polines.

Di lokasi yang sama, panitia menyuguhkan live music dari Komunitas Seni Polines. Baik seminar, bazar, maupun pertunjukan musik tersebut merupakan rangkaian acara Entrepreneur Day 2017. Di tahun ketiganya ini, acara yang digagas UKM Kewirausahaan Polines itu hadir lebih lengkap. “Berbeda dengan dua Entrepreneur Day sebelumnya, tahun ini seminar dilengkapi dengan talkshow,” jelas Ketua UKM Kewirausahaan Mohammad Nur Sanjaya.

Penuh Tawa

Entrepreneur Day 2017 dibuka dengan sesi talkshow. Acara yang dimulai pukul 9..00 WIB itu menunjuk mahasiswa Polines Sukma Tri Prasojo sebagai moderator. Alih-alih membawakan acara dengan serius, Jo, panggilannya, justru seperti berkomedi tunggal. Sepanjang acara ia melucu hingga para peserta tak kuasa menahan tawa. Beruntung, narasumber talkshow Hasanuddin Haddi bisa mengimbangi kekocakan Jo.

Hasan ialah pengusaha sup buah dengan label Freshasan. Berdiri sejak 2012, Hasan mendirikan bisnis tersebut di usia 19 tahun. “Awalnya ditentang orang tua. Diledek pula sama teman-teman. Tapi saya tetap jalan karena punya niat baik, yaitu bisa membuka lapangan pekerjaan,” buka lulusan Manajemen Universitas Diponegoro tersebut.

Semula Freshasan hanya menyediakan sup buah orisinal. Dua bulan pertama, laba bersihnya mencapai Rp 2 juta. Seiring waktu Hasan berinovasi. Menu sup buah, misalnya, kini dilengkapi wafer dan disajikan dengan tampilan menarik. Sepanggung dengan Hasan adalah pemilik Prigel Gallery Sebastian Gary. Prigel merupakan sebuah merek fashion.

Dalam menjalankan bisnisnya, Gary tak sekadar fokus pada keuntungan finansial. Ia justru mengarahkan Prigel sebagai “ember” anak muda yang ingin berkarya. “Saya percaya bahwa bisnis bisa naik atau turun. Karenanya dalam mengembangkan Prigel saya lebih mengutamakan konsep relasi. Dengan menciptakan relasi yang baik, saya bisa mengajak teman berkolaborasi untuk kebutuhan usaha. Misal dalam hal mendesain atau memotret produk,” jelas Gary.

Agenda hari itu ditutup dengan pembacaan pemenang Business Plan Competition. Tak beda dengan tahun-tahun sebelumnya, kompetisi rencana wirausaha tersebut disambut antusias. Ada 18 proposal wirausaha yang terkumpul, namun hanya tiga rencana bisnis yang menjadi pemenang.

Berdasarkan penilaian juri, juara I BPC diraih suvenir unik Bobotoon, juara II dimenangkan Zahra Hijab Bucket, dan ide usaha suvenir ramah lingkungan berbahan karung goni menempati posisi juara III. Ketua Entrepreneur Day 2017 Delana Dedes Pitaloka berharap, agenda tahunan ini bisa membuka wawasan baru bagi anak muda yang ingin berwirausaha. “Bahwa saat ini berwirausaha tidak berarti kaku, namun harus bisa fleksibel. Soalnya, ada berbagai bidang kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian,” ucap Delana.(Sofie Dwi Rifayani- 63)

Berita Lainnya