24 November 2017 | Berita Utama

GEMA GEDUNG BERLIAN

DPRD Ingin Penggunaan Air Tanah Dikontrol

DEWANPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menyatakan khawatir atas penggunaaan air tanah yang masif. Penggunaan air tanah yang terus bertambah dan tak terkontrol itu berpotensi merusak lingkungan.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mendorong moratorium dan peninjauan kembali regulasi pemanfaatan air tanah. Salah satunya dalam bentuk peraturan daerah (Perda) yang lebih selektif dalam pemberian izin. Saat ini disusun draf rancangan peraturan dearah (Raperda) Air Tanah. ”Pengambilan air tanah harus dikontrol. Kalau tak selektif, semua orang asal ngebor, maka nantinya merusak lingkungan,” kata Rukma di sela-sela acara focus group discussion Raperda Air Tanah di ruang kerjanya, Selasa (21/11).

Hadir pada acara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, akademisi, dan asosiasi terkait.

Wajib Mengawasi

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, pemerintah juga wajib mengawasi pemanfaatan air tanah. Jangan sampai ada pengeboran yang dilakukan tanpa izin. Apalagi dilakukan di daerahdaerah yang tingkat penurunan permukaan tanahnya tinggi dinilainya sangat membahayakan. Kuantitas dan kualitas air tanah juga akan semakin menurun jika pengambilannya dilakukan secara masif. Di sisi lain, setelah ada peraturan perizinan yang lebih selektif dan pengawasan diperketat, dia meminta PDAM lebih serius menyuplai air bersih pada masyarakat.

Suplai harus mencukupi dari segi kuantitas dan memiliki kualitas yang baik. Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono menyatakan moratoriun pengeboran air tanah bisa dilakukan dengan catatan tidak mengusik masalah investasi. PDAM selaku perusahaan daerah juga harus menyiapkan suplai. ”BUMD (PDAM) harus menyiapkan suplai air yang tidak hanya berasal dari air tanah, jika tidak siap harus ada badan usaha lain yang mengganti itu,” ujar Teguh.(Hanung Soekendro-50)

Berita Lainnya