image

SM/Antara TEMUI PENDUKUNG: Emmerson Mnangagwa (kanan) yang akan menjadi presiden menemui para pendukung di Harare, Zimbabwe, Rabu (22/11).(24)

24 November 2017 | Berita Utama

Emmerson Mnangagwa, Presiden Baru Zimbabwe

”Buaya” yang Menggigit Tuannya

Awal November lalu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menurunkan wakil presidennya, Emmerson Mnangagwa. Posisinya digantikan Phelekezela Mphoko. Namun, tak sampai sebulan, Mnangagwa berbalik menggigit. Pria berjuluk ìSi Buayaî itu kini naik tahta, melengserkan Mugabe.

DIKUTIPdari Reuters, Rabu (22/11), kantor berita Pemerintah Zimbabwe, ZBC, menyebutkan Mnangagwa akan diambil sumpahnya sebagai presiden pada Jumat (24/11) ini menyusul mundurnya Mugabe. Sehari sebelumnya, Ketua Parlemen Zimbabwe Jacob Mudenda memastikan bahwa Mugabe telah resmi mengundurkan diri. Hal itu dilakukan selelah Mugabe dimakzulkan parlemen menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer yang terjadi pekan lalu.

Mugabe mengatakan bahwa dia mundur secara sukarela. ”Keputusan ini timbul dari keprihatinan saya terhadap kesejahteraan rakyat Zimbabwe dan keinginan untuk melakukan peralihan kekuasaan dengan tenang tanpa kekerasan,” tuturnya.

Rezim Mugabe pun tumbang. Presiden tertua di dunia, 93 tahun, itu memutuskan mundur setelah 37 tahun berkuasa. Kendati pada surat pengunduran diri Mugabe tak tertera siapa yang akan memegang tampuk kekuasaan selanjutnya, sesuai konstitusi, jabatan presiden seharusnya jatuh ke Phelekezela Mphoko, wapres yang sah. Namun, para pejabat partai penguasa parlemen, Zanu PF, menyatakan Mnangagwa-lah yang akan diambil sumpahnya. Posisi yang diidam-idamkan Mnangagwa selama lebih dari satu dekade terakhir tak lama lagi akan tercapai.

Dia dipastikan segera menyandang predikat presiden. Pria 75 tahun tersebut bahkan telah kembali ke Zimbabwe setelah melarikan diri ke Afrika Selatan pascapemecatan. Kepada para pendukungnya di markas partai Zanu-PF, Mnangagwa mengungkapkan sempat menjadi target sejumlah sekenario pembunuhan setelah dilengserkan dari pemerintahan.

Dia pun berterima kasih kepada para tentara yang telah menurunkan Mugabe dengan damai. Menjelang pelantikan hari ini, Mnangagwa berjanji akan menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian di Zimbabwe. ”90 persen orang (di Zimbabwe) menganggur. Kita ingin menumbuhkan ekonomi. Kita menginginkan perdamaian, kita menginginkan pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan!” serunya pada kerumunan orang yang bersorak- sorai di Harare, ibu kota Zimbabwe.

Manuver Politik

Jauh sebelum berada di posisinya yang sekarang, Mnangagwa memang dikenal lihai dalam bermanuver politik. Atas alasan itu pulalah dia dijuluki ìSi Buayaî, binatang cerdik yang lihai bermanuver dan sangat mematikan. Begitu melekatnya julukan itu, faksi yang dipimpin Mnangagwa di tubuh Partai Zanu-PF bahkan dinamai ìLacosteî, sebuah merek busana ternama berlambang buaya. Julukan Si Buaya pun terus melekat, begitu pula dengan kepiawaiannya berpolitik.

Dilansir dari BBC, Mnangagwa sempat digadang sebagai ìputra mahkotaî pengganti Mugabe yang sudah sangat tua kala dia diangkat sebagai wapres pada 2014. Oleh istri Mugabe, Grace, mantan menteri kehakiman itu disebut sebagai sosok yang setia dan disiplin. Namun, awal November ini, Mnangagwa dipecat dari posisinya. Menteri Informasi Zimbabwe mengatakan Mnangagwa dianggap tidak loyal. Pemecatan itu justru menjadi pemantik Sang Buaya untuk balik menggigit bekas tuannya.

Melalui dukungan sahabat sekaligus saudara jauhnya, Panglima Militer Constantino Chiwenga, Mnangagwa dikabarkan mulai melancarkan serangan balasan. Tak lama setelah Mnangagwa dipecat, militer Zimbabwe menguasai Harare dan menempatkan Mugabe sebagai tahanan rumah.

Parlemen yang dikuasai Zanu-PF kemudian melakukan pemakzulan dan mendesak Mugabe meletakkan jabatan. Setelah Mugabe lengser ìtanpa kekerasanî pada Rabu lalu, Ketua Zanu-PF segera memberi pernyataan kepada Reuters bahwa Mnangagwa akan diangkat sebagai presiden dalam waktu 48 jam. Sebagai salah satu pemimpin perang kemerdekaan Zimbabwe pada 1970-an, Mnangagwa adalah sosok berpengaruh di negara yang terletak di selatan Zambia tersebut. Namanya pun terkenal di kalangan para politikus di sana. Predikat Mnangagwa kian mentereng mengingat dia pernah mendapat pelatihan militer di Tiongkok.

Dia dididik di Sekolah Ideologi Beijing yang dikelola Partai Komunis Tiongkok. Kala itu, Tiongkok adalah sekutu penting Mugabe. Senjata dan pelatihan untuk gerilyawan Zimbabwe konon juga berasal dari Tiongkok. Mugabe mengetahui kepiawaian Mnangagwa setelah Mnangagwa menunjukkan kelihaiannya sebagai dalang kampanye politik Zanu-PF dengan menjalin koneksi militer dan intelijen.

Mnangagwa disebutkan merupakan korban kekerasan negara setelah ditahan Pemerintah Rhodesia yang terdiri atas kelompok minoritas kulit putih pada 1965. Penahanan itu dilakukan lantaran ìgerombolan buayaî pimpinannya meledakkan kereta di dekat Fort Victoria yang kini menjadi Masvingo.

Karena waktu itu belum berusia 21 tahun, Mnangagwa tidak dieksekusi mati. Setelah disiksa yang mengakibatkan kehilangan pendengaran di salah satu telinganya, dia dihukum penjara selama 10 tahun. Si Buaya lihai kini siap menggantikan tuannya memimpin Zimbabwe.(Nurul Muttaqin-67)

Berita Lainnya