24 November 2017 | Suara Muria

Pembangunan Gedung PKL Molor

DAWE- Pembangunan gedung tiga lantai untuk PKL, pedagang asongan dan Terminal Wisata Colo di Kecamatan Dawe diperpanjang waktu penyelesaiannya. Sesuai perjanjian, pekerjaan dimulai 20 Juli hingga 22 Desember 2017.

Namun hingga batas akhir masa kontrak, proyek itu belum juga rampung. Kegiatan atau proyek senilai Rp 21,3 miliar di bawah kendali Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus tersebut, akhirnya diperpanjang masa pembangunannya dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Perpanjangan kontrak disetujui selama 12 hari hingga 5 Desember 2017 mendatang.

”Sampai batas perpanjangan habis, pembangunan fisik harus sudah tuntas,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek PKL Colo, Andy Imam Santosa, Kamis (23/11). Jika tidak, kata dia, rekanan akan dikenai denda, satu per mil dari nilai kontrak per hari.

Adapun pertimbangan dinas memberikan perpanjangan kontrak, terdapat waktu sekitar dua minggu yang hilang yakni pada masa menjelang dan sehabis Lebaran. Saat itu, lanjut dia, banyak pedagang di lokasi yang akan dibangun belum bersedia pindah karena mremo Lebaran. Komisaris PT Kokoh Prima Perkasa selaku rekanan dalam pelaksanaan kegiatan PKL Colo, Margo Waluyo membenarkan, salah satu alasan pengajuan perpanjangan kontrak karena masa pekerjaannya terhenti selama masa Lebaran.

Dalam surat pengajuan diperkuat Ketua Paguyuban Pedagang Pemilik Kios dan Warung (P3KW) Colo, M Sokib Garno Sunarno, serta wakil pedagang asongan, Kinanthi. ”Masalah utama kenapa proyek terlambat, karena waktu pekerjaan akan kami mulai, pedagang belum bersedia pindah,” jelasnya. Mereka ingin meramaikan dagangan jelang Lebaran hingga kupatan atau lebaran kedua (sepekan setelah Idul Fitri).

Sebenarnya, masih ada kendala lain dalam pekerjaan proyek pembangunan gedung PKL Colo, yakni jauhnya mobilisasi alat berat hingga ke lokasi proyek yang berada di lereng pegunungan, serta turun hujan. Namun terkait masalah itu, masih dapat disiasati dengan menambah jumlah pekerja dan waktu lembur.

12 Hari

Sementara Pelaksana PT Kokoh Prima Perkasa Aris Subagyo menyatakan, saat ini progres kegiatan telah mencapai 83 persen. Pihaknya yakin, dalam masa perpanjangan selama 12 hari seluruh pekerjaan dapat rampung. Saat ini, tinggal pembuatan rangka atap dan penutupnya, serta pembuatan sekat dinding bagian atas. ”Kami yakin, pekerjaan selesai sebelum masa perpanjangan kontra habis,” tandasnya.

Seperti diketahui, untuk penataan PKL, pedagang asongan dan Terminal Wisata Colo, dibangun tiga lantai. Bangunan tiga lantai berdiri di atas tanah sekitar 9.000 meter persegi. Lantai bawah seluas 2.220 meter per segi akan digunakan untuk terminal bus. Adapun lantai dua lebih luas, yakni 2.405 meter per segi, dibangun 139 los untuk menampung seluruh PKL.

Untuk lantai tiga akan dibangun dua gardu pandang, dengan panjang dan lebar masing-masing 7,5 meter. Dengan adanya gedung baru untuk terminal bus dan penampungan PKL, para wisatawan dan peziarah ke Makam Sunan Muria mendapatkan kenyamanan. Mereka lebih leluasa berbelanja berbagai buah tangan khas Muria.(H8-52).

Berita Lainnya