30 Oktober 2017 | Selebrita

"Rama dan Shinta" Menari

MARLUPIDance Academy (MDA), akademi tari yang didirikan Marlupi Sijangga pada 1956, kembali hadir dengan karya terkini. Kali ini, mereka menggelar pertunjukan balet bertajuk Rama dan Shinta di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta (28-29/10).

Pertunjukan itu, tutur Marlupi Sijangga, untuk meningkatkan mutu seni di Tanah Air. Melalui balet, keindahan karya sendratari dengan paduan musik orkestra, mime, dan akting menjadi lebih mengemuka.

Marlupi (80 tahun) mengemukakan 61 tahun membuka sekolah balet tertua di Indonesia bukan pekerjaan mudah dan murah. "Mengembangkan balet di Indonesia jauh lebih berat, misalnya, jika dibandingkan dengan di Singapura," katanya di Jakarta, Sabtu (28/10), usai pertunjukan pertama.

Apalagi, ujar dia, kecenderungan di Indonesia lebih mengutamakan pendidikan umum. Tidak khusus seperti sistem di Eropa, yang memasukkan balet sebagai bagian dari sistem pendidikan sekaligus menjadi "makanan" sehari-hari.

Dia menyadari negara nyaris tak pernah hadir dalam urusan balet. Namun karena kecintaan pada balet, dia mampu melewati semua halangan. Kini, dia memercayakan penggarapan lakon Rama dan Shinta pada Yuniki Salim dengan Fifi Sijangga sebagai pengarah artistik.

Memukau

Pertunjukan 60 menit arahan Fifi itu memukau penonton. Dia melibatkan Didi Budiardjo sebagai perancang kostum, Rinaldy A Yunardi bertanggung jawab atas aksesori, dan Felix Christianto sebagai pengarah musik. Ada tujuh pemeran utama pertunjukan itu. Salah pemain adalah Michael Halim. Dialah pria penari balet pertama Indonesia yang meraih gelar solo seal dari Royal Academy of Dance London.

Ada juga 250 orang murid MDA sebagai penari pendukung. Di tangan Marlupi Sijangga, MDAberhasil menghasilkan balerina andal Indonesia. Marlupi pun dianugerahi penghargaan oleh pemerintah sebagai maestro seni tradisi kategori pencipta, pelopor, dan pembaru seni tari balet di Indonesia.

Penghargaan diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, 28 September 2017. MDA makin berkembang sejak keterlibatan Fifi, anak Marlupi.

Dia berhasil membuka cabang di Jakarta. MDAmencapai reputasi nasional dan internasional sebagai salah satu akademi tari unggulan di Indonesia sejak 1995. Pada 2014, sejak Claresta Alim, putri Fifi, bergabung sebagai direktur seni pertunjukan, MDA makin maju.

Mereka membuat program pelatihan khusus untuk mendukung siswa yang ingin menjalani karier profesional. Kini, MDA menjadi akademi tari terbesar sekaligus tertua yang sangat diperhitungkan di dalam dan luar negeri.(G20-44)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI