22 Oktober 2017 | Layar

Liputan Khusus

Isemantic 2017, Menuju Indonesia Berdaulat di Laut

  • Hari : Rabu (25/10) Pukul: 12.25 WIB

Baru-baru ini, ratusan peserta memadati aula baru Gedung H lantai ketujuh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dalam International Seminar on Application for Technology of Information and Communication (Isemantic) 2017. Isemantic merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Udinus berkolaborasi dengan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Tahun ini Isemantic mengusung tema ”Empowering Technology for a Better Human Lifeî yang terkait†dengan beberapa bidang, seperti teknik, ekonomi, kesehatan, dan budaya. Empat pembicara dihadirkan. Sesi pertama konferensi diisi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti diwakili Kepala Bidang Riset dan Teknologi Kelautan Dr Ifan Ridho Suhelmi serta Prof Kunio Kondo dari Tokyo University of Technology dengan dipandu moderator Dr Drs Jumanto MPd.

Dalam sesi ini, Ifan memaparkan penggunaan teknologi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti Automatic Identification System (AIS) radar untuk memantau kapal-kapal yang berlayar dengan izin resmi di laut Indonesia.

”Kita dapat memprediksi jenis ikan dan jumlah spesiesnya di lautan menggunakan AIS radar. Sayang, sebagian besar teknologi kita masih tergantung pada pihak asing." Ifan berharap, Indonesia bisa mandiri, tidak hanya berdaulat dalam hal pengelolaan laut, tapi juga berdaulat dalam penggunaan teknologi.

Adapun Kondo mengulas tentang teknologi pembuatan kartun animasi. Jepang memang negara yang subur industri animasinya. ”Di Jepang sangat banyak film robot dan buku-buku tentang pembuatan robot 3D,” ucap Kondo. Konferensi sesi kedua dipandu oleh Hector Sanchez Lopez PhD dan diisi Prof Dr Eng Benyamin Kusumoputro MEng dari Universitas Indonesia dan Prof Hidenao Fukuyama MD PhD dari Kyoto University Graduate School of Medicine. Tercatat 60 paper telah dikirim untuk ditinjau oleh tiga reviewers.

”Lantaran dosen wajib melakukan penelitian, dengan Isemantic ini saya harap seluruh penelitian yang sudah dikirim bisa diterbitkan,î ujar Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom saat membuka acara. Saksikan berita selengkapnya tentang Isemantic pada Rabu (25/10) pukul 12.25 WIB dalam program "Liputan Khusus". (Sofie-47)

Berita Lainnya