Nelayan Kecil Beralih ke Gas Melon

Kementerian ESDM Bagikan 556 Paket Konversi

SM/Modesta Fiska : BERALIH KE GAS : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan perwakilan Kementerian ESDM, menaiki kapal nelayan yang sudah beralih dari menggunakan bahan bakar minyak, ke bahan bakar gas, di TPI Mangunharjo Tugu, Senin (2/12). (42)
SM/Modesta Fiska : BERALIH KE GAS : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan perwakilan Kementerian ESDM, menaiki kapal nelayan yang sudah beralih dari menggunakan bahan bakar minyak, ke bahan bakar gas, di TPI Mangunharjo Tugu, Senin (2/12). (42)

SEMARANG- Sebanyak 556 paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dibagikan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sekretaris Ditjen Migas, Iwan Prasetya Adhi mengungkapkan, pada 2019 ini dibagikan total 13.305 unit paket konversi di 38 kabupaten/kota, termasuk 556 paket untuk nelayan sasaran di Kota Semarang.

Untuk Kota Semarang, pembagian paket konverter kit (konkit) untuk nelayan, dilaksanakan di dua lokasi titik serah, yaitu di TPI Mangunharjo sebanyak 205 paket dan Tambakmulyo sebanyak 351 paket. ”Paket perdana konversi BBM ke BBG untuk nelayan merupakan kali pertama di Kota Semarang jadi mereka yang mendapatkan paket ini harus memenuhi beberapa persyaratan. Jika tidak memenuhi maka tidak akan masuk calon penerima bantuan,” ujar Iwan di TPI Mangunharjo, Senin (2/12).

Program yang merupakan bagian dari diversifikasi energi ini, memiliki makna kemudahan akses energi di mana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Manfaat dari LPG seperti emisi gas buang yang rendah akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan. Selain itu, juga menghemat biaya melaut hingga 50 persen yang berujung pada peningkatan kesehjateraan nelayan. Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, meminta para nelayan memelihara dengan baik bantuan yang sudah diberikan ini. Selain itu juga meneruskan pesan bahwa bantuan pemerintah ini diberikan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak untuk dijual ataupun digadaikan saat membutuhkan uang. ”Harapannya bisa berkelanjutan supaya lebih banyak nelayan di Semarang yang bisa mendapatkan bantuan konversi ini,” ujar dia.

Untuk bisa menerima bantuan tersebut, kriteria nelayan diperolehkan adalah memiliki kartu identitas nelayan, menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT) yang daya mesinnya di bawah 13 Horse Power (HP). Yang terpenting nelayan itu belum pernah mendapat bantuan serupa dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Program ini merupakan amanat Peraturan Presiden No 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG (Liquified Petroleum Gas) Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Sebagai informasi, pada tahun 2016-2018 Pemerintah telah mendistribusikan 47.554 unit paket konversi di 73 kabupaten/kota dan pada tahun 2019 ini dilaksanakan pembagian sebanyak 13.305 unit paket. Selanjutnya, pada tahun 2020, direncanakan akan dibagikan 40.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan di 26 provinsi. Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kota dan Kabupaten Semarang, Alam Kanda menambahkan, sebagai lembaga penyalur BBM dan LPG, Pertamina akan mengoptimalkan penugasan dari pemerintah terkait konversi BBM ke BBG dengan menggunakan LPG 3 kg bersubsidi bagi nelayan. Nelayan kecil yang menggunakan mesin tempel berbahan bakar minyak menjadi prioritas dalan upaya konversi ke bahan bakar gas menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. ”Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden No.126 tahun 2015 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil,” ujar Alam. (J14-42)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar