Kearifan Lokal Juga Harus Jadi Daya Tarik

SM/Hendra Setiawan : BUAT JENANG : Wali Kota Hendrar Prihadi bersama warga Gondoriyo, membuat Jenang dalam Festival Budaya Gondoriyo, Ngaliyan, Minggu (1/12). (42)
SM/Hendra Setiawan : BUAT JENANG : Wali Kota Hendrar Prihadi bersama warga Gondoriyo, membuat Jenang dalam Festival Budaya Gondoriyo, Ngaliyan, Minggu (1/12). (42)

SEMARANG- Pemkot Semarang semakin menggiatkan wisata lokal, salah satunya di Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan. Upaya ini dilakukan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang tahun lalu mencapai 5,7 juta. ‘’Wisatawan diarahkan, tidak hanya ke Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kota Lama, atau Semarang Bridge Fountain saja.

Tapi juga masuk ke pariwisata yang mengutamakan kearifan lokal seperti di Gondoriyo ini,’’ ungkap Wali Kota Hendrar Prihadi, saat menghadiri Festival Budaya Gondoriyo di Ngaliyan, Minggu (1/12).

Kelurahan Gondoriyo memiliki destinasi baru bernama Curug Gondoriyo. Ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata kearifan lokal yang menarik. Curug Gondoriyo mulai awal tahun ini menarik banyak minat wisatawan. Salah satunya karena pengelola mempercantik curug. Saat malam hari menggunakan lampu warna-warni.

Curug setinggi 20 meter ini juga unik karena terdapat gua sepanjang 2.5 meter di dalam air terjun. ‘’Saya mendengar ada curug di Gondoriyo pada awal 2019. Kemudian diberi lampu- lampu, dibuat spot foto-foto instagramable dan Alhamdulillah jadi viral,’’ ungkap Hendi sapaan akrab wali kota bercerita. Meski demikian, menurut Hendi Curug Gondoriyo masih memerlukan pembenahan. Pertama, aksesnya harus lebih mudah. Mulai dari transportasi umumnya sampai jalan masuknya. Menurut Hendi, saat pertama kali berkunjung ke curug tersebut akses jalan susah dijangkau. Pihaknya pun meminta kepada dinas terkait agar akses jalan diperbaiki berupa paving blok pada akhir tahun ini. Hendi juga berpesan agar Gondoriyo menggelar atraksi kesenian sebagai pemikat wisatawan secara berkelanjutan. Kesenian itu harus rutin diadakan, sehingga orang datang ke sini tidak hanya menikmati kecantikan curug ini tapi juga ada event atraksi, ada lesung. Setap hari harus ada yang masak jenang, jangan setahun sekali. Gondoriyo memiliki sejumlah kesenian yang dapat dikategorikan sebagai wisata kearifan lokal. Di antaranya, kesenian berupa Susrukwangan dan Gejluk Lesung. Kemudian ada ragam kuliner lokal seperti Jenang Gondoriyo, Nasi Bleduk dan Wedang Sinom. ‘’Ini perlu dikemas yang baik.

Kalau atraksinya sudah oke, maka yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana merawat ini supaya keberlangsungannya ada terus,’’ungkap Hendi. (K18-42)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar