image

Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun

16 Oktober 2017 | 19:32 WIB | Liga Indonesia - Nasional

PSIS Waspadai Striker Calon Lawan

SEMARANG, suaramerdeka.com- PSIS Semarang mewaspadai kekuatan tiga calon lawan di babak delapan besar yang memiliki bomber subur selama mengarungi babak 16 besar, yang berakhir pada 13 Oktober lalu. Pelatih PSIS, Subangkit memberi catatan khusus pada Herman Dzumafo dari PSPS Pekanbaru, Misbakhus Solikin dari Persebaya Surabaya, dan Indra Setiawan dari PS Mojokerto Putra (PSMP). Tiga pemain ini menjadi pencetak gol terbanyak bagi tim yang dibela masing-masing.

''Lawan memiliki pemain-pemain kunci yang jadi andalan. Di antaranya para striker yang kerap menyumbang gol kemenangan bagi calon lawan kami saat di penyisihan grup maupun delapan besar. Kedisiplinan lini belakang dan proses transisi dari menyerang ke bertahan harus kami tingkatkan untuk bisa meredam ketajaman striker lawan-lawan kami nanti di babak delapan besar,'' kata Subangkit usai latihan di fitness center di kawasan Sampangan.

Nama Indra Setiawan tercatat memiliki rekor mentereng sebagai calon lawan Laskar Mahesa Jenar. Mantan pemain PSIS di Piala Polda Jateng 2015 ini sudah mengemas 11 gol sepanjang musim ini. Pemain yang akrab disapa Jallet ini bahkan mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir bagi Laskar Mojopahit di babak 16 besar.

Dia menyumbang gol kemenangan PSMP saat mengalahkan Martapura FC dengan skor 2-1 di kandang pada Jumat (13/10). Sebelumnya Indra Setiawan memastikan kemenangan dengan skor 1-0 saat melawan Persiwa Wamena baik laga kandang dan tandang dengan skor identik.

''Beberapa pemain PSIS dan ofisial kemungkinan sudah tahu gaya bermain pemain satu ini. Hal ini menjadi modal kami nanti saat melawan PS Mojokerto. Meskipun Indra bukan satu-satunya pemain yang kami waspadai. Sebab merak tim yang bagus dalam hal kolektivitas tim,'' imbuh Subangkit.

Sementara itu penyerang Persebaya, Msibakhus Sholikin menebar ancaman yang sama dengan koleksi 11 gol kendati kurang konsisten dalam mempersembahkan gol. Ketidakkonsistenaan dalam urusan mencetak gol juga dilakukan Herman Dzumafo.

Digdaya di babak penysihan dengan menyumbang tujuh gol bagi PSPS. Di babak 16 besar pemain naturalisasi ini hanya menyumbang satu gol saat Asykar Bertuah mengalahkan Cilegon United dengan skor 4-0. Total Dzumafo mencetak delapan gol sepanjang Liga 2 ini.

''Meski kami tidak punya pemain yang memiliki catatan gol sebanyak tiga tim itu, kami perecaya diri dengan kekuatan kami. Total 38 gol yang kami cetak sepanjang Liga 2 dipersembahkan sebagian besar pemain kami. Siapa pun bisa mencetak gol karena skema dan pola pemainan yang kami usung memang membuka peluang untuk itu. Yang penting PSIS bisa menang,'' papar mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

(M Alfi Makhsun /Krisnaji Satriawan /SMNetwork /CN26 )