image

Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun

12 Oktober 2017 | 19:32 WIB | Liga Indonesia - Nasional

PSIS dan Persebaya Bertemu di Delapan Besar

SEMARANG, suaramerdeka.com -PSIS Semarang dipastikan akan menghadapi seteru abadi Persebaya Surabaya di Grup Y babak delapan besar Liga 2 yang rencana digelar 20-26 Oktober mendatang. Hasil ini diketahui setelah Persebaya memastikan tempat di babak delapan besar sebagairunner up

Grup C. Dipertandingan terakhir grup tersebut Bajul Ijo harus menelan kekalahan dari Kalteng Putra dengan skor 0-1.

Persebaya mengumpulkan sembilan poin dan tertinggal dua poin dari Kalteng Putra yang berada di peringkat pertama Grup C. Persebaya juga lolos dramatis karena menanghead to headdari Persigo Semeru FC yang mengumpulkan poin yang sama di peringkat ketiga.

''Bertemu tim yang pada tiga puluh tahun terakhir selalu menjadi rival perebutan gelar jura Liga Indonesia yakni Persebaya, tidak membuat kami gentar. Babak delapan besar tiap tim tidak bisa memilih-milih lawan. Sebab di dua grup ini akan jadi grup neraka karena delapan tim yang ada adalah tim kuat dan berkualitas,'' kata Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Sebelumnya Laskar Mahesa Jenar memastikan tiket delapan besar dan menjadi juara Grup B usai mengalahkan Persibat Batang dengan skor 3-0 di kandang. PSIS tahun ini sempat dua kali menghadapi Persebaya dalam laga pra-musim.

''Meski pernah bertemu mereka sebelum kompetisi, dua laga tersebut tidak mutlak jadi patokan. Sebab kekuatan kami dan mereka terus berubah dan berkembang. Yang pasti pemain harus siap dan menjadikan setiap laga sebagai final. Tidak hanya mewaspadai Persebaya saja,'' imbuh Setyo Agung.

Selain Persebaya, lawan yang sudah pasti dihadapi skuad asuhan Subangkit yakni PSPS Pekanbaru Riau yang merupakanrunner-up

Grup A. Grup Y ini masih menunggu siapa juara dan peringkat kedua Grup D yang masih diperebutkan Martapura FC, PS Mojokerto Putra, dan Madura FC.

Sementara itu Pelatih PSIS Subangkit melihat pertemuan dengan PSPS dan Persebaya sudah sesuai prediksinya. Pelatih asal Pasuruan itu terus memantau kedua tim ini sejak lama lewat tayangan pertandingan di televisi.

Subangkit melihat gaya permainan PSPS tidak akan jauh berbeda dengan PSMS Medan yang dihadapi mereka di babak 16 besar karena berada dalam satu rumpun. Sementara kekuatan asal Jawa Timur baru dia hadapi kali ini selama kompetisi berlangsung. ''Kolektivitas tim saya harapkan terus terjaga. Di tim ini tidak ada pemain yang unggul. Semua kemenangan dan gol adalah kerjasama semua pemain dan ini terus akan saya tekankan untuk menghadapi babak delapan besar,'' kata Subangkit.

(M Alfi Makhsun /SMNetwork /CN26 )