image

Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun

06 Desember 2017 | 19:21 WIB | Liga Indonesia - Nasional

PSIS Ingin Permanenkan Lastori

SEMARANG, suaramerdeka.com- Penampilan gemilang Rival Lastori dalam 14 pertandingan di Liga 2 bersama PSIS Semarang, membuat manajemen klub kebanggaan Kota Atlas tersebut kepincut. General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto berharap masih bisa memakai jasawingeryang berstatus pinjaman dari Pusamania Borneo FC tersebut untuk mengarungi Liga 1 tahun depan.

Lastori tampil apik sejak pertengahan fase penyisihan grup dengan menyumbang empat asisst hingga babak ini selesai. Di babak 16 besar pemain asal Akelamo ini menyumbang empat gol dan membantu Laskar Mahesa Jenar melaju ke babak delapan besar.

Meski tidak menyumbang gol dan assist di babak delapan besar hingga semifinal, pergerakannya kerap membuka ruang gelandang dan striker untuk mencetak gol. Di partai pamungkas yakni perebutan tempat ketiga Liga 2 melawan Martapura FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan lalu, Lastori bermain cemerlang dengan menyumbang satuasisstuntuk gol pembuka kemanangan PSIS atas Macan Goib.

Pertandingan itu berakhir dengan skor 6-4 untuk kemenangan PSIS dan memastikan tiket promosi ke Liga 1. Total Lastori menyumbang empat gol dan limaasisst

untuk PSIS di Liga 2. "Lastori saat ini memang diminta kembali oleh klub lamanya Borneo FC. Sebab CEO klub tersebut, Nabil Husein melihat penampilan Lastori cukup baik saat bersama PSIS. Kami berharap bisa merekrutnya kembali untuk kompetisi Liga 1 mendatang," kata pria yang akrab disapa Liluk itu.

Pemain bernomor punggung 76 ini diketahui jadi satu diantara beberapa pemain lama yang ingin dipertahankan PSIS. Manajemen klub akan melakukan komunikasi dengan pihak Borneo FC agar Lastori bisa dipinjam kembali atau pun dipermanenkan. "Kami mungkin akan melakukan komunikasi dengan CEO Borneo FC, Nabil Husein mengenai hal ini. Mudah- mudahan Lastori bisa bersama PSIS lagi,''imbuh Liluk.

Meski manajemen ingin kembali meminang Lastori, pelatih PSIS, Subangkit juga diberikan kewenangan mutlak untuk melakukan evaluasi tim. Mana pemain yang dipertahankan dan dicoret akan dia sodorkan nantinya kepada manajemen dalam rapat internal.

(M Alfi Makhsun /SMNetwork /CN26 )