image

TIDAK DITANAMI: Salah satu titik lahan pertanian yang tidak ditanami padi saat kemarau di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (13/9). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

13 September 2017 | 23:18 WIB | Solo Metro

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Belum Terima Laporan Puso

SUKOHARJO, suaramerdeka.com– Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengklaim belum ada laporan dan temuan lahan pertanian yang mengalami gagal panen atau puso seiring berakhirnya puncak musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Netty Harjanti mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan data dari petugas di lapangan yang melakukan penyisiran. Di antaranya di Kecamatan Bendosari, Polokarto, Tawangsari, Bulu dan Weru. Dari data yang ada menurutnya, belum ada laporan soal lahan pertanian milik warga yang mengalami gagal panen akibat kemarau.

“Belum ada laporan dan juga temuan dari tim. Jadi para petani itu sudah memiliki manajemen yang baik saat kemarau,” ungkapnya, Rabu (13/9).

Netty melanjutkan, dari total lahan pertanian di Kota Makmur seluas 20.617 hektare, sebagian besar justru masih menanam padi saat kemarau. Namun mereka yakin berada di wilayah subur atau bukan titik rawan kekeringan. Sementara di lahan rawan, memang ada yang kemudian mengalihkan lahan pertanian padi menjadi tanaman lain. Seperti kedelai, melon, semangka dan ubi-ubian.

“Jika tidak menanam saat kemarau, petani paham dampak kemarau. Artinya hal itu bukan puso,” aku dia.

Dikatakan, Dinas Pertanian tetap meminta petani yang masih melakukan penanaman padi, untuk waspada. Pasalnya musim kemarau masih dua bulan lagi. Hanya saja dari monitoring, lahan pertanian yang masih menanam padi, sudah masuk ketegori siap panen, sehingga tidak membutuhkan banyak aliran irigasi.

“Bulan-bulan ini banyak petani yang akan memanen padi di penghujung musim kemarau. Untuk itu dipastikan tidak akan mengalami gagal panen, akibat dari kekurangan pasokan air,” tandasnya.

 

(Asep Abdullah /SMNetwork /CN40 )