image

Foto: Time

08 Desember 2017 | 09:00 WIB | Mancanegara

Sikap Politik Trump Dinilai Sangat Berbahaya bagi Proses Perdamaian di Palestina

JAKARTA, suaramerdeka.com -Keputusan Presiden Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel dinilai sebagai sikap politik yang sangat berbahaya bagi proses perdamaian di Palestina.

"Arogan dan membabi-buta, saya kira semua akan menilai seperti itu atas sikap Trump yang abai terhadap suara mayoritas dunia yang menghendaki hormati posisi Yerusalem sebagai kota suci yang masih dalam pengawasan internasional," kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, di DPP PKS Jakarta Selatan.

Langkah Trump ini, kata mantan Rektor Paramadina ini, harus bersama-sama dihentikan, terutama oleh negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI. Mereka juga disebut perlu menyatukan langkah.  Ini sebagai langkah nyata tindak lanjut hasil pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta tahun 2016 yang secara khusus membahas Al-Quds Al-Sharif (Yerusalem) dan Masjid Al-Aqsa dengan menghasilkan Jakarta Declaration.

Beberapa poin penting dalam deklarasi tersebut kembali diingatkannya. Pertama, menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Kedua, boikot produk-produk Israel dan ketiga melanjutkan proses perdamaian. Andai AS masih terus memaksakan sikapnya, maka OKI perlu memperluas sikap dengan meminta seluruh negara anggotanya memboikot produk-produk AS.

Sikap Pemerintah RI yang responsif dengan rangkaian langkah diplomatik untuk menolak kebijakan Trump atas Yerusalem menurut Sohibul Iman perlu untuk diapresiasi dan didukung secara luas oleh masyarakat. "Untuk itu kami siap mendukung kebijakan pemerintah yang berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina!" tegas Presiden PKS.

 

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )