image

Foto: Istimewa

08 Desember 2017 | 08:36 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Perkembangan Penerbangan Nasional Diperkirakan Berdampak Positif pada Perekonomian

JAKARTA, suaramerdeka.com- Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyebut, dibukanya larangan terbang dari Uni Eropa diharapkan bisa membuka pasar international Indonesia baik itu bisnis penerbangan dan wisata serta bisnis-bisnis yang lain secara lebih lebar lagi.

Hal tersebut karena penerbangan mempunyai turunan multiplierr effect yang luar biasa mengingat penerbangan merupakan suatu moda transportasi yang paling aksesibel dan bisa langsung menjangkau networking ke seluruh dunia. Hal ini sesua Nawacita Presiden Jokowi nomor tujuh yaitu menciptakan kemandirian ekonomi dengan cara mengembangkan tempat-tempat strategis yang mempunyai kekuatan perekonomian lokal.

"Perkembangan penerbangan nasional juga diperkirakan memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan perkonomian nasional. Hal ini ditandai dengan sejalannya rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional per tahun sebesar 5,06 persen ( periode tahun 2015 – 2017) dengan  pertumbuhan penumpang transportasi udara yang mencapai 12,45 persen per tahun," kata dia.

Sementara itu rata rata kenaikan tingkat ketepatan waktu keberangkatan pesawat (on time performance/ OTP) tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 sebesar 1,74 persen, sementara rata rata pertumbuhan seat capacity sebesar 5,98 persen dan rata rata gap antarasupply and demandper tahun sejak 2015 hingga 2017  sebesar 36,81 persen.

Untuk membawa penerbangan Indonesia ke tingkat dunia tersebut, diperlukan kerja bersama secara lebih erat, harmonis dan terus menerus antara penyelenggara penerbangan (stakeholder) yaitu  regulator, operator dan masyarakat.

"Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus ada kerjasama yang baik antara pengelola bandara, maskapai penerbangan, pengelola navigasi penerbangan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang di Navigate oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara sebagai Regulatory Leader serta masyarakat tentunya. Untuk itu saya meminta komitmen dari para stakeholder tersebut ikut menjaga dan meningkatkan keselamatan penerbangan pada level yang tinggi seperti saat ini sehingga bisa membawa penerbangan Indonesia terbang tinggi ke tingkat dunia," ujar Agus lagi.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )