image

Foto: Istimewa

08 Desember 2017 | 08:12 WIB | Nasional

Keberhasilan Negara Diukur dari Angka Pengangguran

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pemerintah memberi penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) terbaik 2017 kepada  13 Pemerintah Provinsi yang dinilai berhasil melaksanakan pembangun ketenagakerjaan. Tahun ini IPK tertinggi  diraih Provinsi DKI Jakarta dengan indeks  66,1. Peringkat kedua DI Yogyakarta (63,76). KetigaProvinsi Bali dengan indeks sebesar 63,48.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan penilaian IPK merupakan acuan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan di daerah, bahan evaluasi kebijakan dan program ketenagakerjaan daerah, serta sarana pemicu agar melaksanakan pembangunan ketenagakerjaan secara optimal.

“Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan ini dapat meningkatkan komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam Perencanaan Tenaga Kerja Daerah guna mendukung keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia," kata Menaker Hanif Dhakiri.

Hanif mengatakan  akan terus  mendorong Pemerintah provinsi, Pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja di bidang ketenagakerjaan agar  menjadikan permasalahan ketenagakerjaan benar-benar menjadi perhatian semua pihak.

“Mari sama-sama pulang ke daerah, kita Jadikan urusan ketenagakerjaan tidak lagi di pinggir tapi di tengah-tengah. Artinya bukan sekedar perhatian Menaker, Disnaker saja, tapi menjadi perhatian seluruh komponen bangsa Indoneisa, “ ujar Menteri Hanif.

Dengan menjadikan urusan di tengah-tengah, maka kesejahteraan dan pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Menteri Hanif menjelaskan  keberhasilan sebuah bangsa, ukurannya hanya dua yakni soal pengangguran dan penyerapan tenaga kerjanya. Dari sisi input, kualitas tenaga kerja menjadi tolok ukur daya saing sebuah bangsa.

“Kita percaya bahwa ketika pembangunan bisa optimal untuk kepentingan masyarakat dan terbuka lapangan kerja untuk masyarakat, kualitas SDM bisa masuk pasar kerja di dalam dan luar negeri, maka akan beri kontribusi besar bagi peningkatan daya saing secara keseluruhan, “ ujar Hanif.

(Wahyu Atmadji /SMNetwork /CN26 )