image

Foto: Istimewa

08 Desember 2017 | 06:36 WIB | Nasional

Sudah Saatnya Bawa Penerbangan Nasional Go International

JAKARTA, suaramerdeka.com -Saat ini Indonesia berada dalam jajaran elite dunia dalam bidang keselamatan penerbangan setelah selama 10 tahun terpuruk pada tingkat yang lebih rendah dari rata-rata penerbangan negara-negara lain di dunia. Kini nilai efektivitas implementasi pemenuhan keselamatan penerbangan  Indonesia yang mencapai 81,15 persen, berada  jauh di atas rata-rata dunia yang berada di tataran 62persen, dan jauh dari persyaratan ICAO Global Aviatiin Safety Plan 60 persen.

Nilai Indonesia 81,15 persen tersebut didapat  dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) pada audit keselamatan penerbangan Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) yang dilakukan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada Oktober 2017 lalu.

Setelah target meningkatkan aspek keselamatan penerbangan hingga level elite dunia tercapai, sudah saatnya untuk membawa penerbangan nasional go internasional dan menjadi penerbangan kelas dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso pada acara diskusi panel dengan tema " Indonesia Aviation to the world" di Markplus Conference ke 12 di Jakarta, Kamis (7/12).

“Dampak dari kondisi keselamatan penerbangan Indonesia yang masuk elite dunia itu besar sekali. Hal tersebut menjadikan penerbangan Indonesia mendapat apresiasi dan menghadirkan trust atau kepercayaan dari dunia internasional bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub selaku Regulator penerbangan Indonesia mampu mengawasi dan mengelola penerbangannya dengan baik,” ujar Agus.

Menurut Agus, dulu dunia internasional agak cemas dengan perkembangan jumlah penumpang, jumlah pesawat dan jumlah penerbangan di Indonesia yang di atas 10 persen pertahun. Dengan hasil nilai yang tinggi terkait efektifitas implementasi pengawasan keselamatan penerbangan dari ICAO tersebut maka dunia Internasional saat ini menjadi percaya terhadap penerbangan Indonesia.

Untuk itu Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk membawa penerbangan nasional lebih tinggi lagi menjadi penerbangan kelas dunia. Salah satu contohnya dengan membuka larangan terbang (ban) dari Uni Eropa terhadap penerbangan Indonesia.

"Langkah kedua dari target saya, setelah berhasil memimpin jajaran penerbangan Indonesia kembali ke tingkat elite dunia, adalah mengabarkan dan meyakinkan kepada dunia Internasional terutama pada negara-negara Uni Eropa bahwa Indonesia sudah berada di level elite dunia. Saya akan memberikan kesadaran dan komitmen bahwa kami mengupayakan, merealisasikan dan akan  menjaganya secara berkelanjutan. Dengan demikian kami yakin mereka akan membuka banned tersebut,” ujar Agus lagi.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )