image

foto: suaramerdeka.com

08 Desember 2017 | 04:19 WIB | Suara Kedu

Akibat Banjir Peternak Ayam Potong dan Kambing Rugi Ratusan Juta Rupiah

BANTUL, suaramerdeka.com -Peternak ayam potong di Kabupaten Bantul hanya bisa gigit jari, setelah ribuan ayam potong siap panen habis diterjang banjir. Kondisi demikian ini membuat peternak ayam potong di kawasan tersebut, mengalami kerugian yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Sebab satu kandang ayam potong, berisi sekitar 3000 sampai 4000 ekor ayam potong.  

Sementara kandang ayam potong yang habis dilalap banjir akibat siklon tropis Cempaka, jumlahnya lebih dari empat kandang. ''Semua kandang ayam potong di wilayah kami habis diterjang banjir,'' kata Marhadi Badrun, Kepala Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Kamis (7/12).

Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tapi juga menerjang kandang ayam yang siap panen. Semua ayam yang siap panen semua habis dibawa arus sungai, sementara pemilik dan warga hanya bisa melihat dari kejahuan karena tak bisa menyelamatkan kandang ayam potong yang hanyut dibawa arus sungai.  

''Kandang ayam roboh diterjang banjir, sehingga semua ayam siap panen turut hanyut di bawa banjir,'' ujar Badrun, panggilan akrab Marhadi Badrun yang dikenal supel dan ramah kepada semua warganya. ''Kami tidak bisa berbuat apa-apa. karena kebetulan saat itu banjirnya cukup besar sehingga kami tidak bisa menyelematkan ayam tersebut,'' katanya lagi. 

Badrun menjelaskan, kandang ayam potong yang hancur diterjang banjir lokasinya tak jauh dari bantaran Sungai Opak yang saat itu meluap akibat tidak mampu menampung debit air. Bahkan, sampai sekarang air sungai masih belum surut sehingga warga belum berani beraktivitas di pinggir sungai.

Dari data yang ada setidaknya ada empat kandang ayam yang hancur diterjang banjir. Dua kandang ayam di Dusun Dukuh dan masing-masing satu kandang ayam potong di Dusun Pentung dan Dusun Soka. ''Dua kandang ayam ada di Dusun Dukuh, dan masing-masing satu kandang ayam di Dusun Pentung dan Dusun Soka,'' katanya.

Sedangkan untuk ternak kambing atau sapi milik warga tidak ada yang hanyut diterjang banjir, karena kandang sapi atau kambing hanya disekitar rumah. ''Untuk kandang kambing dan sapi masih bisa diselamatkan pemiliknya,'' katanya. 

Kondisi yang sama juga menimpa ternak ayam milik warga Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, yang merupakan daerah cukup parah terkena bencana banjir dan tanah longsor. ''Ada 5000 ekor ayam yang hanyut dan 50 ekor kambing yang hilang tak berbekas,'' ujar Margono, Penanggung Jawab Kades Sriharjo.

Jika dirupiahkan 5000 ekor ayam uang hilang bersama kandangnya tersebut, jumlahnya sudah mencapai Rp 250 an juta sedangkan 50 ekor kambing diperkirakan mencapai Rp 50 juta. ''Total kerugian dari ternak ayam dan kambing saja sudah mencapai Rp 300 an juta," katanya.

Meski peternak kehilangan ribuan ekor ayam dan puluhan kambing, Pemkab Bantul tidak akan memberikan bantuan satu ekor ayam apalagi kambing. Kebijakan Bupati Bantul yang mencoret bantuan pemberdayaan di sektor peternakan menjadi alasan Pemda Bantul, tidak bisa memberikan bantuan ternak ayam ataupun kambing kepada korban bencana.

"Kita akan mencoba mengajukan bantuan ternak ayam atau kambing tahun 2018, karena dijanjikan ada bantuan tersebut oleh Pemda Bantul," kata Margono.

Terpisah Yuda PW, Sekretaris Komisi B DPRD Bantul mengatakan, bantuan pemberdayaan ternak yang dihapus Bupati Bantul secara dadakan sebenarnya bisa menjadi solusi warga yang kehilangan ternak akibat diterjang banjir namun kini hanya tinggal harapan saja.

"Ini resiko sebuah kebijakan yang diambil secara dadakan dan alasannya sangat subyektif, namun dalam kenyataannya bantuan ternak sangat dibutuhkan warga apalagi yang ternaknya hilang diterjang banjir," katanya.

(Sugiarto /SMNetwork /CN34 )