image

DI ATAS SELOKAN : Sejumlah bangunan tempat tinggal warga di wilayah Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, berdiri di atas selokan. Keberadaan bangunan itu sudah cukup lama. Tapi belum ada teguran dari Pemkot Tegal.(suaramerdeka.com/Riyono Toepra)

08 Desember 2017 | 02:31 WIB | Suara Pantura

Menjamur Bangunan Liar di Atas Selokan

  • UPS Surati Wali Kota Tegal

TEGAL, suaramerdeka.com -Sejumlah bangunan liar, atau didirikan tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang berada di atas selokan atau saluran air, kini tumbuh menjamur di wilayah Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Bahkan karena berkesan dibiarkan oleh Pemkot Tegal, bangunan untuk tempat tinggal itu, tak hanya dibangun di atas saluran air. Warga kini mulai nekat membangun rumah dibibir sungai.

''Contohnya di sebelah timur, di luar tembok pembatas Kampus UPS Tegal di Jl Halmahera. Ruas tanah selebar dua meter yang sengaja dibuat agar dapat digunakan mempermudah dalam pengerukan sungai, kini mulai dibangun rumah untuk tempat tinggal warga,'' terang Rektor UPS Tegal Prof Dr Wahyono SH MS, Kamis (7/12).

Pihak universitas memang sudah mengingatkan secara lisan, agar warga tidak mendirikan bangunan di sisi timur tembok pembatas kampus tersebut. Tapi peringatan itu tak ditanggapi. Warga tetap nekat membangun rumah di lokasi tersebut.

Dia mengungkapkan, karena kemunculan bangunan yang berdiri di atas selokan cukup banyak, menciptakan pemandangan kurang sedap dan menyulitkan bila dilakukan pengerukan selokan, pihaknya sudah menyurati Wali Kota Tegal.

Tiga Kali
Pihaknya sudah melayangkan surat ke Wali Kota Tegal sebanyak tiga kali. Surat pertama yang dilayangkan saat Wali Kota Tegal dijabat Ikmal Jaya. Kemudian wali kota penggantinya, Siti Mashita Soeparno yang akhirnya ditahan KPK karena dugaan korupsi, belum ada tanggapan soal surat dari Rektor UPS Tegal.

''Ini saat Plt Wali Kota Tegal dijabat HM Nursholeh, juga belum ada respon atau tanggapan dari Pemkot Tegal. Kalau hal seperti ini dibiarkan, maka bangunan liar akan menjamur. Warga seperti mendapat angin untuk melakukan pelanggaran izin mendirikan bangunan,'' tandas dia.

Plt Wali Kota Tegal HM Nursholeh saat dimintai konfirmasi mengatakan, pihaknya memang telah ditelepon Rektor UPS Tegal. Dia berjanji segera menindaklanjuti soal pelanggaran pendirian bangunan liar tersebut.

''Saat saya menjabat Plt Wali Kota Tegal, tidak boleh ada bangunan liar. Seluruh pendirian bangunan harus mengantongi IMB. Kalau tidak ada izinnya, ya harus dibongkar. Nanti Satpol PP akan saya perintahkan menegur warga. Karena ini berkait dengan penegakan Perda dan Perwal,'' tandas dia.

Sedangkan berkait bangunan lain yang sudah lama berdiri, dan tak mengantongi izin, pihaknya akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan sosialisasi soal peraturan mendirikan bangunan.

(Riyono Toepra /SMNetwork /CN34 )