image

foto: istimewa

08 Desember 2017 | 00:32 WIB | Nasional

Penerima Dana Hibah Diminta Pendam Niat Jahat

BANDUNG, suaramerdeka.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak penerima dana hibah tak tergoda niat jahat pasca proses pencairan dilakukan. Ancaman pidana siap menjerat mereka yang bertindak nekat.

Hal tersebut dikatakan Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwandha pada Pengarahan Bersama KPK kepada Penerima Hibah Tahun Anggaran 2017, Kamis (7/12).

"Jangan tergoda untuk ambil bagian tak berhak, meski tak minta tak perlu juga menyampaikan uang terima kasih, itu tak boleh, masuk gratifikasi, apalagi minta bagian itu bisa-bisa masuk kategori penyuapan atau pemerasan," tandasnya.

Dia mengingatkan bahwa kondisi tersebut sudah dipetakan KPK. Terlebih masyarakat juga sudah semakin awas dengan praktek-praktek yang cenderung janggal dalam penggunaan APBD itu.

"Setiap tahunnya, KPK menerima 6.000 pengaduan dari masyarakat, dan di antaranya melaporkan dugaan terjadinya penyelewengan penggunaan dana hibah, tentu ini kita cermati," katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta penerima hibah tak mudah percaya dengan klaim dari pihak-pihak yang mencoba mengambil kesempatan dalam proses penggunaan dana hibah.

Di antaranya dengan mencatut nama Ahmad Heryawan guna memudahkan mendapatkan bagian dari dana yang sebenarnya bukan haknya kepada penerima. Dia menyarakan untuk tak digubris.

"Siapa yang meminta prosentase 5, 10, atau 20 persen tolak saja, fokus dan gunakan saja untuk kepentingan sepenuhnya penerima. Gubemur tak pernah minta (bagian), ini uang negara jangan dipermainkan," tandasnya.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN34 )