image

Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa

07 Desember 2017 | 22:53 WIB | Suara Muria

Keren, Rembang Wacanakan Gratiskan Pemulangan Pasien RSUD

REMBANG,suaramerdeka.com– Bupati Rembang, Abdul Hafidz mewacanakan inovasi layanan RSUD Rembang, dengan menggratiskan pemulangan bagi pasien yang dinyatakan sehat setelah rawat inap. Hal itu disampaikan Hafidz dalam dinamika pembangunan di Pendopo Kecamatan Gunem, Kamis (7/12).

Menurut Hafidz, ide cemerlang ini dipertimbangkan untuk dijalankan pada 2018 mendatang demi meringankan beban masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Secara teknis, program ini hanya akan berlaku untuk pasien yang berdomisi di Kabupaten Rembang.

Ia mengungkapkan, untuk merealisasikan program tersebut saat ini sudah meminta kepada managemen RSUD dr R Seotrasno Rembang untuk melakukan kalkulasi biaya yang dibutuhkan selama setahun, termasuk mempersiapkan kendaraan pengantar.

“Pasien yang sembuh kami antar ke rumah secara gratis. Ini sedang dihitung, berapa ambulans yang dibutuhkan, lima atau sepuluh kira-kira. Setiap hari berapa pasien yang pulang dari rumah sakit,” terangnya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin di pendopo.

Jika program tersebut benar terealisasi pada 2018 mendatang, maka akan menjadi inovasi pertama yang pernah ada di lingkup se-Karesidenan Pati atau bahkan se-Jateng untuk kepentingan masyarakat kalangan bawah. 

Sebelumnya, Hafidz juga mewacanakan agar seluruh ruangan di RSUD dr R Soetrasno dilengkapi dengan alat pendingin. Hal itu sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Wacana Bupati Rembang tersebut mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah kalangan. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunem, Sridoyo meyakini program antar pulang gratis bagi pasien akan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil.

Pasalnya, untuk biaya transportasi pulang dari rumah sakit selama ini cukup besar sehingga memberatkan bagi kalangan bawah. Terlebih jika pengantaran pulang menggunakan fasilitas ambulans.

“Sangat setuju untuk terlaksana program ini. Biasanya warga sini kalau ke rumah sakit atau pulang naik angkot atau carteran mengeluarkan biaya antara Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu,” paparnya. 

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN38 )