image

Foto: Istimewa

07 Desember 2017 | 22:05 WIB | Suara Kedu

Laporan di-SP3, Ayem Gugat Polda DIY

SLEMAN,suaramerdeka.com- Polda DIY pekan ini tengah disibukkan dengan gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh sejumlah warga atas penerbitan surat penghentian penyidikan perkara (SP3). Selain kasus pengelolaan Gua Pindul, instansi itu juga sedang menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh Sie Bik Ngiok alias Ayem.

Sidang pertama praperadilan ini berlangsung pada Rabu (6/12) di PN Sleman dengan agenda pembacaan gugatan, kemudian dilanjutkan hari berikutnya untuk penyampaian tanggapan termohon. Ditemui usai sidang, kuasa hukum pemohon, Harapan Silalahi menjelaskan pengajuan gugatan itu lantaran penetapan SP3 oleh Polda DIY atas kasus dugaan pemalsuan akta dengan tersangka KMTA Tirtodiprojo dinilai tidak sah.

"Polisi beralasan kasusnya sudah kedaluwarsa karena pengaduan klien kami sudah lewat dari 12 tahun. Padahal menurut pendapat saksi ahli hukum pidana, perkara ini belum kedaluwarsa karena akta perikatan jual beli itu turut dijadikan bukti saat Tirtodiprojo memenangkan gugatan tahun 2012," paparnya.

Berdasar bukti itu, pihaknya menilai hitungan penentuan kedaluwarsa kasus ini seharusnya dimulai dari tahun 2012 saat akta itu terakhir digunakan, bukan tahun 1991. Sebelumnya pada 1991 silam, Tirtodiprojo pernah melayangkan gugatan terhadap Ayem, dan dua pihak lain masing-masing Elly Ningsih dan Yujanto selaku ahli waris lahan seluas 345 meter persegi di Tegalrejo, Yogyakarta yang menjadi objek sengketa.

Singkatnya, kronologi permasalahan ini bermula saat Ayem menyewa lahan itu sejak tahun 1979 sampai 2036. Namun pada tahun 1990, Tirtodiprojo diketahui telah melakukan perikatan jual beli di depan notaris. Proses jual beli ini diklaim tanpa sepengetahuan pihak ahli waris.

Hingga akhirnya, pada Agustua 2016 lalu Elly Ningsih melaporkan kasus ini ke Polda atas tuduhan pemalsuan tanda tangannya di akta perikatan jual beli, sebagaimana dimaksud dalam pasal 264 dan 266 KUHP. Selanjutnya pada Juli 2017, Tirtodiprojo sempat diperiksa sebagai tersangka namun selang tiga bulan kemudian muncul SP3.

(Amelia Hapsari /SMNetwork /CN38 )