image

SUASANA ALAM: Mr Moris wisatawan dari Perancis (kanan) bersama warga menikmati suasana alam pedesaan di Demangan, Sambi, Boyolali. (suaramerdeka.com/Budi Sarmun)

07 Desember 2017 | 20:24 WIB | Solo Metro

Kunjungi Demangan, Wisman Perancis Nikmati Suasana Pedesaan

BOYOLALI, suaramerdeka.com- Warga Desa Demangan, Sambi, Boyolali menerima kunjungan tamu dari Perancis. Moris dan Jacky yang tak lain adalah wisman singgah di desa selam tiga hari dua malam. Di Demangan, pasangan suami istri ini menikmati suasana asli pedesaan pinggiran Boyolali. 

Dalam keterangan singkatnya, Moris mengaku senang bisa singgah di Boyolali. Alam yang asri di Kota Susu itu memang tiada duanya. 
"Pada senja saat mata hari tenggelam, pemandangannya sungguh indah. Saya sangat menyukainya," ujar Jacky.

Pensiunan guru di Perancis selatan ini mengaku bahagia dengan suasana desa tersebut. Apalagi bisa menikmatinya bersama teman hidup Moris. Perempuan berambut pirang ini mengatakan, sengaja datang ke Demangan karena sebelumnya ada teman yang sudah pernah berkunjung. 

Sementara Moris mengaku terkesan dengan keramahtamahan warga setempat. Penduduk, terutama tuan rumah yakni pemilik Pringgondani Outbound Trainning Center melayaninya secara sempurna. "Di sini banyak siswa, mereka sedang belajar. Saya senang saat diajak berbincang-bincang," ucapnya, saat didampingi Warsito, pemilik Pringgondani Outbound Trainning Center.

Warsito kepada suaramerdeka.com, Kamis (7/12) mengungkapkan, Moris dan Jacky meminta di antaranya keliling kampung. Mereka juga ingin melihat persawahan, ladang, dan kehidupan asli warga. Bagi para bule ini daerah pinggiran seperti Demangan, Sambi memilik daya tarik wisata tersendiri. "Wisma senang dengan suasana asri pedesan," katanya.

Oleh karenanya, Warsito meminta pemerintah ikut turut serta malukan penataan daerah pinggiran ini. "Butuh sentuhan penataan yang lebih serius dari pemerintah. Biar (wilayah pedesaan-red) semkin menarik," imbuhnya. 

Selain wisman dari Eropa, Desa Demangan juga pernah dikunjungi pelancong dari Asia Timur, Amerika Serikat, Australia dan Timur Tengah. Rata-rata wisaman tinggal berhari-hari di desa itu untuk berbaur dan menikmati kehidupan penduduk desa. 

(Budi Sarmun /SMNetwork /CN40 )