image

CARI KORBAN: Sejumlah sukarelawan menyisir Kali Progo untuk mencari dua siswa yang masih hanyut dan belum ditemukan, Kamis. (suaramerdeka.com/MH Habieb Shaleh)

07 Desember 2017 | 20:00 WIB | Suara Kedu

150 Sukarelawan Dikerahkan Cari Siswa yang Hanyut

MAGELANG, suaramerdeka.com- Sebanyak 150 sukarelawan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap tiga pelajar yang hanyut di Kali Progo sejak Rabu (6/12) pukul 14.00 WIB. Para sukarelawan berasal dari Basarnas Jawa Tengah, SAR Kabupaten Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, Damkar Kabupaten Magelang, Polres Magelang dan TNI, komunitas relawan, paguyuban rafting dan kelompok masyarakat lainnya. 

Dari pantauan di lapangan, para sukarelawan mulai melakukan pencarian sejak titik hanyut di aliran Kali Progo di Dusun Jati, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan. Mereka juga berjaga di pinggir sungai hingga ke wilayah Bendungan Ancol wilayah Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar.

"Ada tiga pelajar yang hanyut di Kali Progo, kami baru menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia yakni Ultan Aryan Maheswara (11) warga Jalan Nanas 7 Perumnas Kalinegoro, Desa Kalinegoro," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

Dua korban yang belum ditemukan yakni Muhammad Farhan Pratama (11) warga Dusun Kelipan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang dan Ulum Munafis (11) warga Perumahan Kalinegoro, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Disebutkan ketiga korban merupakan siswa SD Negeri 3 Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Saat itu, lima anak asyik bermain pasir dan air di tepi Kali Progo. Kelima pelajar tersebut lalu berenang ke tengah sungai, tiga siswa di antaranya tenggelam dan hanyut sementara dua siswanya berhasil diselamatkan warga.

Tim SAR bersama sukarelawan dan warga menemukan salah satu korban Ultan Arya Maheswara dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu malam. Setelah sempat dibawa ke RSUD Muntilan jenazah pelajar malang tersebut langsung dimakamkan.

"Pencarian hari kedua pada Kamis ini kami melibatkan 150 personel tim gabungan. Kami juga menerjunkan 12 perahu untuk menyisir Sungai Progo. Selain itu juga menerjukan tim penyelam untuk menyisir di titik-titik yang airnya dalam,” ujar dia.

Menurut Edy, karakteristik aliran Kali Progo adalah bebatuan di dasar sungai. Ia menduga korban masih tersangkut bebatuan di dasar sungai, sehingga belum muncul ke permukaan. "Kami akan melakukan pencarian hingga dua korban ditemukan,” paparnya.

Berdasarkan pengalaman, kata Edy, korban hanyut biasanya akan tenggelam di dasar sungai dan kemudian muncul ke permukaan setelah lebih dari 24 jam. "Kami akan tunggu sampai 24 jam, biasanya korban muncul ke permukaan," ujar dia.

Saksi mata Budi Wantoro mengaku, sempat melihat lima anak tengah mandi di sungai. Mereka lalu hanyut saat berenang ke bagian tengah sungai. Budi sendiri saat itu berada di Kali Progo untuk mencari ikan.

"Saya lihat lima anak asyik mandi di sungai, lalu ada teriakan minta tolong. Saya berusaha menolong namun hanya bisa menyelamatkan dua anak, sementara tiga lainnya hanyut. Saya lantas meminta tolong warga sekitar," ujar Budi.

Sementara itu, Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, memimpin personel kepolisian untuk memantau proses pencarian. Anggota Polres Magelang bergabung dengan para sukarelawan di sejumlah lokasi pencarian korban.

"Kami hanya membantu teman-teman BPBD dan relawan saja. Prinsip kami apa yang bisa kami bantu untuk menemukan dua korban tenggelam yang belum ditemukan kami akan siapkan. Sementara ini, kami kerahkan 20 anggota," kata Hari.

(MH Habib Shaleh /SMNetwork /CN40 )