image

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima penghargaan IRSA yang diberikan oleh Menteri Bappenas RI Bambang Brojonegoro. (suaramerdeka.com/dok)

07 Desember 2017 | 18:48 WIB | Semarang Metro

Kota Semarang Kembali Raih Penghargaan IRSA 2017

SEMARANG,  suaramerdeka.com- Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Semarang kembali memperoleh apresiasi dari pemerintah Pusat. Kamis (7/12), Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mewakili Pemerintah Kota Semarang, menerima penghargaan IRSA atau Indonesia Road Safety Award 2017 yang diberikan secara langsung oleh Menteri Bappenas RI di Menara Mandiri (Ex Plaza Bapindo), Assembly Hall Lantai 9 Jalan Jendral Sudirman Kav 54-55 Senayan Jakarta Selatan.

Keberhasilan Kota Semarang dalam memperoleh penghargaan keselamatan di jalan tersebut, tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota Semarang yang mulai menerapkan sistem satu arah pada 13 ruas jalan, dan dimaksudkan untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta mengurangi angka kemacetan.

Selain itu, Kota Semarang juga memiliki jaringan angkutan umum massal berupa Bus Rapid Transit (BRT) sebanyak 116 unit yang dilengkapi dengan delapan koridor dan 295 shelter untuk melayani masyarakat. Bus Trans Semarang itu telah mengangkut sebanyak 7.725.490 penumpang di tahun 2016 yang mana 24,3 persen di antaranya adalah pelajar.

Nilai plus pemerintah Kota Semarang di bidang transportasi lainnya adalah telah melakukan inovasi dengan melakukan uji kendaraan yang overloading di jalan nasional untuk menekan potensi kerusakan jalan dengan menggunakan alat uji KIR portabel. Dengan itu angka kecelakaan lalu lintas pada semester I di tahun 2016 turun sebanyak lima persen dibandingkan angka kecelakaan di periode yang sama tahun 2017.

Usai menyerahkan penghargaan, Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro, memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dalam kemitraan strategis antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan keselamatan jalan. "Keselamatan jalan merupakan salah satu program utama nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dengan target menurunkan kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen," ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari kepolisian di tahun 2016 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebesar 25.869 kasus di mana jumlah tersebut naik dari tahun 2015, yaitu sebanyak 24.336 namun merupakan penurunan secara signifikan di tahun 2014 yaitu 28.297 kasus.

Menurutnya keberhasilan dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dapat dilihat dari menurunnya korban meninggal dunia dan luka berat. Yang semula 45 persen di tahun 2010 berkurang menjadi 29 persen di tahun 2016. Namun pihaknya juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan. Yaitu menurunkan jumlah kasus kecelakaan pada pengguna sepeda motor dan pejalan kaki.

Di tempat terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan bukti bahwa kota Semarang semakin lebih baik dalam hal transportasi. ”Namun jangan lantas berpuas diri karena masih ada beberapa PR di antaranya masih adanya titik kemacetan yang masih terus kita evaluasi. Karena itu, penghargaan ini dapat kita jadikan motivasi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada satu per satu," pungkasnya.

(Yulianto /SMNetwork /CN40 )