image

LIHAT STAN: Staf Ahli Kemendes PDTT Bidang Pengembangan Wilayah, Conrad Hendrarto didampingi Bupati Semarang Mundjirin melihat stan Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya ke-6 di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kamis (7/12). (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

07 Desember 2017 | 17:50 WIB | Semarang Metro

Ekonomi Kreatif Perdesaan Perlu Dimunculkan

UNGARAN, suaramerdeka.com- Ekonomi kreatif dari perdesaan perlu dimunculkan. Sejalan dengan rencana itu, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berjanji hendak memberikan perhatian khusus terkait pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi unggulan desa.

“Hal itu dilakukan untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional,” kata Staf Ahli Kemendes PDTT Bidang Pengembangan Wilayah, Conrad Hendrarto ketika menghadiri pembukaan Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya ke-6 di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kamis (7/12).

Dari catatannya, ekonomi kreatif di Indonesia sudah menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dalam kurun waktu 2010 hingga 2015, besaran pendapatan domestik bruto dari sektor ekonomi kreatif naik dari Rp 225,9 triliun menjadi Rp 852,24 triliun. Artinya, setiap tahunnya rata-rata mengalami peningkatan sekitar 10,14 persen.

Di sektor tenaga kerja, ekonomi kreatif juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan yakni 2,15 persen. Adapun jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif 2015 tercatat ada sebanyak 15,9 juta orang.

Kemendes PDTT, lanjutnya, mulai berusaha menumbuhkan desa- desa yang memungkinkan dijadikan pelopor bagi ekonomi kreatif. Salah satunya melalui sinergitas bersama UKM berbasis pedesaan yang dapat diintegrasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kekuatan ekonomi kreatif terletak pada sumber daya manusia yang mengacu pada ide kreatif, inovatif, dan unik. Indonesia punya modal yang cukup besar untuk menujunya,” tandas dia.

Usai membuka kegiatan bertajuk “Pekan Kreatif Nusantara 2017”, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, pameran ini termasuk upayangewongke UKM di perdesaan termasuk di Bumi Serasi. Di hadapan undangan, dirinya menandaskan pentingnya melek teknologi dan melek internet.

“Dengan melek internet, desa bisa mempromosikan apa keunggulan dan potensi yang dimiiki. Kami sudah mendorong Pemerintah Desa menganggarkan teknologi IT melalui Dana Desa,” kata Mundjirin.

(Ranin Agung /SMNetwork /CN41 )