image

SUAMI-ISTRI : Pasangan suami istri Kasmudi dan Qoimah bersaing untuk memperebutkan kursi Kades Desa Kebloran Kecamatan Kragan, Rabu (6/12). (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

06 Desember 2017 | 16:12 WIB | Suara Muria

Pasangan Suami-Istri Bersaing Jadi Kades Kebloran

REMBANG, suaramerdeka.com - Pelaksaaan Pilkades serentak akhir tahun ini, hal unik terjadi di Desa Kebloran Kecamatan Kragan. Dua orang calon Kades setempat merupakan pasangan suami istri atas nama Kasmudi dan Qoimah.

Kasmudi merupakan incumbent dan jika Pilkades kali ini kembali menjabat akan menjadi periode yang ketiga. Sedangkan istrinya diyakini maju sebagai calon Kades lantaran tidak ada pesaing lain yang mencalonkan diri.

“Tidak masalah, meskipun suami-istri. Pantauan kami, sampai pukul 15.00, calon Kades Kasmudi mendapat 360 suara sedangkan calon Kades Qoimah yang merupakan istrinya baru mendapat 13 suara,” terang Kabag Pemerintahan Setda Rembang, Mashadi.

Sementara itu, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung dalam pelaksanaan Pilkades serentak di delapan desa. Bupati, Pjs Dandim 0720 dan Kapolres memantau di Rembang selatan, seperti Desa Glebeg dan Landoh Kecamatan Sulang.

Sedangkan Wabup Bayu Andriyanto memantau di kawasan Rembang timur, antara lain Desa Karangmangu Kecamatan Sarang dan Kebloran Kecamatan Kragan. Dalam pantauan tersebut, Forkopimda mengingatkan kepada seluruh warga agar menahan diri apapun hasil dari Pilkades serentak itu.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan, delapa desa yang menggelar Pilkades serentak secara keseluruhan tergolong wilayah yang rawan. Oleh karena itu, semua pihak harus bisa menahan diri menjaga kondusifitas lingkungan selepas Pilkades.

“Kalau ditanya mana yang rawan?, jawabannya ya rawan semua karena acara Pilkades. Hanya saja, setiap warga harus bisa menahan diri,” kata Hafidz saat meninjau langsung di Desa Gelbeg Kecamatan Sulang.

Hafidz, Pjs Dandim Letkol Inf Teddy Himawan dan Kapolres AKBP Pungky Bhuana Santoso menyempatkan diri berfoto dengan para calon Kades yang ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat serta semua pihak terkait harus bisa menahan diri. Sehingga, kerawanan (setelah Pilkades) bisa diminimalisir dan tidak melebar kemana-mana,” terang Hafidz.

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN41 )