image

GELIATKAN BISNIS KULINER DESA: Petugas PGN melakukan pengecekan slang gas bumi kompor milik Yati Ngadilah (65) pengusaha kuliner warga Dukuh Sumber, Kabupaten Blora (29/11) (Foto: suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

30 November 2017 | 19:18 WIB | Liputan Khusus

Gas Bumi PGN Geliatkan Bisnis Kuliner Desa Sumber

BLORA,suaramerdeka.com- Kehadiran gas bumi Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora disambut antusiasme warga. Tak hanya menawarkan kemudahan dan efisien, keberadaan gas bumi tersebut juga mampu menggeliatkan usaha kecil warga desa. Sekitar 20 usaha kecil di bidang kuliner mampu berkembang setelah mereka mengkonversi penggunaan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.

Yati Ngadilah (65) warga Dukuh Sumber, Kabupaten Blora salah satu yang merasakannya. Ia yang kesehariannya mempunyai usaha kecil catering aneka masakan rica-rica ini mengaku sejak beralih ke gas bumi, usahanya mengalami perkembangan yang pesat. Hal tersebut karena penggunaan gas bumi untuk memasak mampu menghemat pengeluarannya.

“Sudah 9 tahun saya bisnis kuliner rica-rica ayam, kodok, bekicot dan biawak. Awalnya pakai kayu bakar untuk memasah, kemudian beralih gas elpiji. Namun sejak setahun lalu ditawari penyaluran gas bumi PGN. Sejak itu saya membuktikan hematnya dengan gas bumi. Biasa pakai elpiji 3 kg sebulan bisa Rp 500 ribu, kalau pakai gas bumi cuma Rp 140 ribu,” jelasnya.

Tak hanya hemat pengeluaran, penggunaan gas bumi PGN menurutnya dapat mempercepat proses masak. Karena jika menggunakan gas, ia tak takut lagi nglembur masak saat malam hari.

“Kalau pakai gas bumi kan tinggal buka kran api nyala kapan saja. Kalau gas elpiji kita pas lembur malam, jika habis ini menjadi kendala. Jarak beli elpiji jauh dan kalau malam susah,” ujarnya yang mengaku kini sehari mampu menjual rica ayam 22 kg, kodok 12 kg, bekicot 10 kg dan biawak 10 kg.

Menggeliatnya usaha  ibu satu putera ini membuatnya kini mampu membangun rumahnya serta menyekolahkan anaknya ke sekolah kejuruan.

Hal serupa juga dirasakan Nanik Darini (59) warga Dukuh sumber, Wates Kradenan Kabupaten  Blora. Saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/11) ia yang mengaku mempunyi usaha catering sejak 92, gas bumi PGN berimbas dengan kemajuan usahanya.

“Sangat dirasakan sekali manfaatnya gas bumi PGN. Sejak 10 bulan saya pakai, irit sekali dan kalau nglembur malam tidak binggung cari gas elpiji. Kalau pakai elpiji tabung 3 kg sehari habis, kalau gas bumi cukup Rp 200 ribu per bulannya. Hingga kini kami mampu menambah 5 orang karyawan dari warga sekitar untuk membesarkan usaha ini,” terangnya.
 

(Maulana M Fahmi /SMNetwork /CN38 )