image

Petugas mengevakuasi jenazah korban Mugiyono (55) yang ditemukan di Sungai Serayu, masuk Desa Sojokerto Kecamatan Leksono, Wonosobo Kamis (29/11) sekitar pukul 11.00. (suaramerdeka.com/ M Abdul Rohman)

29 November 2017 | 13:12 WIB | Suara Banyumas

Diterjang Banjir Bandang, Dua Rumah Rusak Parah

  • Satu Pemilik Rumah Tewas Terseret Air Bah

WONOSOBO, suaramerdeka.com -  Dua rumah warga di Kampung Kasiran, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, Wonosobo rusak berat diterjang banjir bandang Sungai Mangli, Selasa (28/11) pukul 22.00.

Akibat kejadian tersebut, seorang pemilik rumah yang diketahui bernama Mugiyono (55) hanyut terbawa deras arus dan ditemukan tewas di Sungai Serayu, masuk Desa Sojokerto Kecamatan Leksono, Wonosobo Rabu (29/11) sekitar pukul 11.00.

Komandan Koramil 01/Wonosobo, Kapten Infanteri Heru Utomo mengatakan, sepanjang hari kemarin Wonosobo diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama seharian. Kondisi itu mengakibatkan volume air Sungai Mangli Wonosobo mengalami peningkatan.

"Akibat peningkatan volume air tersebut, tangul irigasi Sungai Mangli jebol sekitar pukul 22.00, menyebabkan dua rumah di Kampung Kasiran Kelurahan Mlipak mengalami rusak berat," ujarnya kemarin.

Dua rumah yang mengalami kerusakan, yakni milik Mugiyono (55) warga Kampung Kasiran RT 02 RW 08. Rumah tersebut rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi.

Sementara rumah rusak lainnya milik Tugiono (35), yang sama-sama merupakan warga Kampung Kasiran RT 02 RW 08. "Mugiyono hanyut terbawa arus banjir saat berusaha menyelamatkan diri. Sementara keluarga selamat langsung diungsikan ke tempat tetanga yang aman," beber dia.

Menurut penuturan Babinsa Kelurahan Mlipak, Serma Supriyanto berdasarkan penuturan para saksi di lapangan, petang itu Mugiyono sedang tidur di kamarnya. Tak lama kemudian, rumahnya dihantam banjir bandang tersebut.

Melihat kondisi itu, korban berusaha menyelamatkan diri, namun menuju dapur. Padahal kondisi dapur petang itu sudah rusak parak dihantam banjir, akhirnya tubuh Mugiyono langsung terseret banjir bandang tersebut.

Korban selamat dan warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat kelurahan, anggota Babinsa dan kepolisian. Tindakan yang diambil Koramil dan Polsek dibantu Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mendatangi lokasi kejadian.

Petugas gabungan langsung membantu proses pencarian korban yang hilang. "Karena waktu sudah malam, sekitar pukul 23.15, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pukul 06.30," ungkap Heru.

Pencarian korban pada Rabu (29/11) dimulai pukul 06.30. Sekitar 300 personel dari unsur TNI, Polri, BPDB, masyarakat, relawan dan sejumlah instansi terkait melakukan upaya pencarian korban. Petugas gabungan menyusuri sepanjang sungai, hingga akhirnya korban ditemukan sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian perkara.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN33 )