image

Petugas menunjukan pupuk cair ilegal bermerk 'Bonnex' dan 'Miyabi' yang diedarkan tersangka. (Foto suaramerdeka.com/Apit Yulianto)

21 November 2017 | 12:39 WIB | Semarang Metro

Merek Pupuk Ilegal Mulai dari Miyabi hingga Bonnex

SEMARANG, suaramerdeka.com -Alfan Junaidi (42) pemilik CV Randu Aji produsen pupuk cair ilegal mempunyai modus, memberi berbagai macam merk pada produk pupuk cairnya. Merek itu digunakan untuk mengelabuhi konsumennya, meskipun isi produknya sama.

"Jadi jika merek yang ini tidak laku, nanti dijual lagi cuma diganti merek lain. Padahal isinya sama saja, bahanya fermentasi tumbuhan dan tetesan tebu," jelas Kasubdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez, Selasa (21/11).

Berbagai merek diberikan di produk pupuk cair ilegal buatan tersangka. Mulai dari NPK, Bio Trubus, Antonik, Raja Muda, Goming, Abimix, Z-Pro, Autogrow, Topzinc, King Flower, Hormon B, Extra Flower, Nutrece, Kalsium Super, Raja Ijo, Padi Mas MKP, dan Herba Green.

"Yang unik ini, ada produk diberi nama 'Bonnex' dan 'Miyabi'. Ya ini semua untuk mengelabuhi pembelinya," tambah Egy.

Produk pupuk cair ilegal ini dijual dengan harga mulai dari Rp 20 ribu - Rp 60 ribu tiap botolnya. Daerah yang menjadi sasaran edar pupuk cair ilegal ini di antaranya Demak, Purwodadi, Kendal, dan Cepu.

"Semua merek yang dibuat tersangka ini tidak terdaftar semua, alias tidak mempunyai hak paten. Padahal seharusnya, satu formula atau merek dagang itu satu perijinan," kata dia.

Dia juga menghimbau, apabila masyarakat yang ingin membeli produk sepeserti pupuk, harapnya membeli merek dagang yang sudah terdaftar. Sebab apabila beli yang asal akan merugikan dan berdampak pada lingkungan.

"Beli yang sudah terdaftar," pungkasnya.

 

(Apit Yulianto /SMNetwork /CN19 )