image

foto: istimewa

29 Oktober 2017 | 23:20 WIB | Nasional

Status Gunung Agung Diturunkan Jadi Siaga

JAKARTA, suaramerdeka.com- Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali terus menurun. Berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan, serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada Minggu (29/11) pukul 16.00 WITA status Gunung Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). "Penurunan status Awas menjadi Siaga ini dilakukan oleh PVMBG," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (29/11).

Menurutnya, meski pun sudah diturunkan menjadi Siaga, di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km tidak boleh ada aktivitas masyarakat. Dia mengingatkan, perlu dipahami bersama bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Agung belum mereda sepenuhnya dan masih memiliki potensi untuk meletus. "Di dalam radius tersebut masih berbahaya," tegas Sutopo. 

Dia menambahkan, sebelumnya periode status Awas telah berlangsung selama 37 hari sejak ditetapkan status Awas pada 22 September lalu. PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya. Yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung, dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7.5 km. 

"Zona Perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru," kata Sutopo. 

Dia menjelaskan, daerah yang terdampak dan terdapat di dalam radius 6-7,5 km antara lain Dusun Br Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban), Dusun Br Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi), Dusun Br Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih), Dusun Br Bukitpaon, dan Tanaharon (Desa Buana Giri), Dusun Br Yehkori, Untalan, Galih, dan Pesagi (Desa Jungutan), dan sebagian wilayah Desa Dukuh adalah daerah yang berbahaya. Masyarakat yang berasal dari daerah ini masih harus berada di pengungsian.

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan, pengungsi saat ini berjumlah 133.457 jiwa yang tersebar di 385 titik. Sebagian besar pengungsi boleh pulang. "Pengungsi yang berasal dari desa/dusun yang berada di luar radius 6-7,5 km seperti dalam daftar desa/dusun tersebut di atas diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing," tandasnya. 

(Mahendra Bungalan /SMNetwork /CN40 )