image

foto: istimewa

13 Oktober 2017 | 00:33 WIB | Semarang Metro

Kerusakan BCB Johar Utara Paling Parah

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kerusakan Bangunan Cagar Budaya (BCB) Pasar Johar bagian utara paling parah. Hal tersebut diduga karena Johar Utara mengalami kebakaran yang lebih lama. Perubahan bentuk kolom bangunan juga banyak terjadi di utara. 

Meruntut kejadian pada 9 Mei 2015 lalu, kebaran dimulai dari Johar Utara. Merampat ke selatan, serta ke barat, atau Pasar Yaik.

Dari hasil penelitian awal, terjadi perubahan bentuk kolom, penurunan plat lantai dan juga atap. Warna hangus dan retak-retak akibat kebakaran pada kolom, lantai dan plafond. Selimut beton mengelupas, sehingga terlihat tulang besinya. 

''Dari penelian dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) diketahui Johar Utara mengalami kerusakan paling parah. Kami juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada September 2016 lalu, untuk memaparkannya,'' ujar Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah. 

Karenanya, imbuhnya, pengerjaan tahun ini dengan anggaran Rp 46,971 miliar difokuskan dulu di Johar Utara. Hal itu bertujuan agar kerusakan bangunan tidak semakin parah. Kemudian tahun depan, baru akan dilanjutkan di Johar Tengah dan Johar Selatan. 

Dari hasil penelitian, imbuhnya, untuk lantai satu, kerusakan parah banyak terjadi di sisi timur. Adapun untuk lantai dua, kerusakan parah terjadi di bagian samping, yang menempel dengan bangunan tambahan. Sedangkan atapnya, rusak parah di bagian selatan dan tengah. 

''Bangunan tambahan di sisi barat, utara dan timur, baik lantai satu maupun dua sedang kami bongkar. Adapun penguatan bangunan sudah kami mulai dengan pemasangan struktur baja Wide Flange (WF). Dalam pemasangan struktur baja akan dilakukan dengan hati-hati agar bangunan asli tidak rusak,'' tambah Irwansyah. 

Untuk Johar Tengah lantai dasar, kerusakan parah ada di sisi utara dan timur. Kemudian untuk lantai dua, sebagain besar mengalami kerusakan dengan tingkat sedang.

Cat kolom semula masih terlihat, tidak keropos, retak tidak dalam, dan lubang tidak melebihi kedalaman selimut beton. Untuk atap, cat semula masih terlihat, tidak keropos, retak tidak dalam, dan lubang tidak melebihi kedalaman selimut beton. 

Adapun kondisi Johar Selatan lantai dasar, rusak di sisi utara dan timur. Untuk lantai dua, rusak di bangian timur, selatan dan barat.

Atap masih baik, namun atap ringan sudah habis terbakar. Sebagian kolom sudah melengkung, dan selimut beton sudah mengelupas. 

''Dalam penyusunan rekonstruksi BCB ini, kami juga melibatkan banyak pihak. Mulai dari pakar sejarah, arkeolog, pakar bangunan, dan juga arsitek. Perwakilan pedagang juga dilibatkan. Harapannya, setelah diselesai diperbaiki, seluruh pihak, terutama pedagang ikut merawatnya,'' tambah Irwansyah. 

Sementara itu, Sekretaris Bapeda Kota Semarang, M Farchan menuturkan, Johar Utara memiliki total luas 4.937 m2.

Adapun Johar Tengah luasnya 7.345 m2, sedangkan Johar Selatan, luasnya 5.518 m2. Nantinya, akan ada penataan lagi bagi para pedagang yang akan menempatinya lagi. 

''Perbaikan Komplek Pasar Johar ditargetkan selesai pada 2020 mendatang. Sumber dananya tidak hanya dari Pemkot Semarang saja. Kami juga sedang mengajukan anggaran perbaikan ke pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR,'' tandas Farchan

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN34 )