image

BENIH DURIAN: Deputi Bidang Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Mego Pinandito didampingi peneliti senior LIPI Sarjiya Antonius (tengah) dan Ketua Komisi B DPRD Temanggung Slamet Eko menanam benih durian yang telah diberi pupuk organik hayati di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Kaloran, Kamis (12/4). (Foto: suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

12 April 2018 | 21:40 WIB | Suara Kedu

Kaloran Didorong Menjadi Kawasan Pertanian Organik

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com- Sekretaris Bappeda Kabupaten Temanggung Ripto Susilo mengatakan, wilayah Kecamatan Kaloran didorong untuk menjadi kawasan pertanian organik. Sebab penggunaan zat-zat kimia untuk pertanian berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Untuk itu akan dijalin kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Temanggung siap jadi lokasi kegiatan LIPI dan Kaloran kita pelopori menjadi kawasan pertanian organik. Semua pertanian di Kaloran menggunakan pupuk organik di bawah bimbingan LIPI, kami Pemkab Temanggung pun akan memfasilitasi,"ujarnya dalam acara Desimenasi Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi LIPI, Pemanfaatan dan Penerapan IPTEK untuk Masyarakat di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Kaloran, Kamis (12/4).

Kegiatan itu dihadiri ratusan petani dari Kecamatan Kaloran dan Kranggan. Tampak hadir Eni Maulana dari Komisi VII DPR RI, Ketua Komisi B DPRD Slamet Eko Wantoro, Deputi Bidang Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Mego Pinandito. 

Camat Kaloran Muhammad Nizar Ardani didampingi Kades Kaloran Suwignyo menuturkan, wilayahnya merupakan kawasan pertanian sekaligus perkebunan. Pihaknya menyambut baik usulan tersebut. Saat ini pihaknya telah mengenalkan pupuk organik hayati (POH) Beyonic Starmik-LIPI dan membimbing petani di wilayah Kecamatan Kaloran dan Kranggan untuk membuat pupuk ini. 

Sementara itu Peneliti Senior LIPI, Sarija Antonius yang bersama timnya telah menemukan POH, siap membimbing petani sampai bisa membuat pupuk organik hayati sendiri.  Menurut Anton, fotmula POH yang mengandung kombinasi mikroba penghasil multi biokatalis, berfungsi menggantikan bahan kimia agro pada tanaman organik, memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah, menekan penyakit, menyuburkan perakaran serta menjaga kuantitas dan kualitas hasil panen.

(Raditia Yoni Ariya /SMNetwork /CN41 )