image

MENURUNI ESKALATOR: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo, serta jajaran pegawai perhubungan menuruni eskalator skybridge Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan, Minggu (1/4). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

01 April 2018 | 22:48 WIB | Solo Metro

40 Rute Penerbangan Baru Tunggu KA Bandara

SOLO, suaramerdeka.com- Pengoperasian 40 rute penerbangan baru Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo menunggu pengoperasian kereta bandara. Begitu kereta bandara beroperasi, rute baru akan dibuka. Sebagian dari rute baru itu pindahan dari Yogyakarta

General manager (GM) Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengatakan, pembangunan stasiun kereta api di kawasan bandara yang menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura (AP) I sudah 90 persen. Diperkirakan selesai bulan Juni.

Namun, kata Usman, selesainya pembangunan stasiun KA di kawasan bandara itu tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur jalur kereta api yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan.

Bahkan pembebasan lahannya pun baru sekitar 60 hingga 70 persen, sehingga pembangunan infrastruktur jalur KA bandara belum bisa dimulai. Meski demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis, pembangunan kereta bandara bisa rampung tahun ini sehingga awal 2019 sudah bisa dioperasikan.

"Saya lihat progres sudah bagus. Tugas saya dan Pak Wali (Wali Kota FX Hadi Rudyatmo-red) adalah memastikan pembangunan  kereta bandara berjalan dengan lancar," kata Budi, sebelum rapat dengan para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan pembangunan kereta bandara di Stasiun Solo Balapan, Minggu (1/4).

Bangun Peron

Project Director (PD) 6 Yogyakarta Yurish Wibawa mengatakan, guna menunjang pengoperasian kereta bandara, PT KAI akan membangun peron di Stasiun Solo Balapan. Selain sebagai ruang tunggu, peron itu sebagai tempat bagi penumpang naik-turun kereta api.

Menurut dia, konstruksi peron dua lantai dan akan memanfaatkan jalur 8, 9, dan 10 di stasiun tersebut. "Proyek pembangunan peron sudah memasuki tahap lelang dan pembangunan dimulai Bulan Mei. Diperkirakan akhir tahun sudah rampung," kata dia.

Yurish mengatakan, kereta bandara akan dioperasikan PT KAI. Untuk sementara baru satu kereta dengan empat gerbong dan masing-masing gerbong berkapasitas 200 penumpang. "Dari bandara Solo, kereta menuju Stasiun Solo Balapan kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Maguwo dan Stasiun Tugu Jogja," kata dia.

Bagaimana dengan rencana kereta  rel listrik atau KRL Solo-Jogja? Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, saat ini kementerian perhubungan tengah melakukan identifikasi. Namun pihaknya berharap, pembangunan KRL bisa selesai dalam dua tahun mendatang. "Anggaran KRL Solo-Jogja multi years, senilai hampir Rp 1 triliun," kata Menteri. 

(Agustinus Ariawan /Langgeng Widodo /SMNetwork /CN40 )