image

TERTUTUP LONGSORAN : Jalan provinsi dari Banjarnegara menuju Pekalongan maupun Dieng, tertutup longsoran tanah dan berbagai jenis pohon yang tumbang. (suaramerdeka.com / M Syarif SW)

10 Februari 2018 | 06:24 WIB | Suara Banyumas

Longsor, Jalur Banjarnegara-Pekalongan Terputus

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Tanah longsor yang terjadi di jalur Banjarnegara-Karangkobar yang merupakan ruas jalan provinsi membuat akses menuju ke Pekalongan dari arah Banjarnegara terputus. Longsor di wilayah Paweden, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara hingga kini belum bisa ditangani. Sebab gerakan tanah masih terjadi sehingga BPBD Banjarnegara sementara menunda upaya penyingkiran material longsoran.

"Kami belum dapat memastikan kapan pergerakan tanah berakhir. Hanya bisa dipantau saja. Setelah gerakan tanah tidak terjadi, mungkin ini kami baru akan mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan longsoran," kata Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.

Hasil pengamatan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarnegara melalui foto udara, luasan area longsoran diperkirakan 1,4 hektare. Panjang luncuran longsoran sudah mencapai jarak 217 meter, lebar 70 meter dan tinggi sekitar delapan meter. Material longsoran berupa tanah, batu yang menerjang kebun salak, pohon pinus dan albasia. Adapun badan jalan yang tertutup longsoran sekitar 200 meter dengan ketebalan longsoran sekitar dua meter.

Untuk memantau gerakan tanah dan mengamankan lokasi longsoran dari warga yang penasaran dan ingin melihat dari dekat, BPBD mendirikan pos pantau di lokasi yang aman. Sebab, di ruas jalan Paweden itu ada setidaknya empat hingga enam titik longsoran.

"Ada enam titik longsoran di ruas jalan Paweden ini dan menutup jalan. Ada juga yang membuat rumah warga rusak, talut sekolah ambrol dan jalan utama tertutup longsoran. Baik longsoran di bagian bawah maupun atas, belum tertangani maksimal karena pergerakan tanah masih terjadi," kata Arief.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terputus total. Suplai BBM terhambat, perdagangan dan aktivitas warga serta siswa sekolah terkendala. Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Supadi mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan melalui jalur alternatif. Yakni melalui Wonosobo-Dieng untuk sampai ke Batur, Wanayasa dan Karangkobar.

Lalu, melalui jalur Gripit, Pekandangan, Pagerpelah untuk sampai Karangkobar. Ada juga jalur Pagentan, Pejawaran menuju Karangkobar. Seluruh jalur alternatif itu memutar puluhan kilometer dan ada yang lebih dari 100 kilometer bila melalui Dieng.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN26 )