image

JEMBATAN AMBRUK : Proyek Jembatan Plompong di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes, ambruk diterjang banjir, akhir Januari kemarin. (suaramerdeka.com / Teguh Inpras)

10 Februari 2018 | 05:24 WIB | Suara Pantura

Rekanan Sanggup Lanjutkan Proyek Jembatan Plompong

BUMIAYU, suaramerdeka.com- Setelah ambruk diterjang banjir, proyek pembangunan Jembatan Plompong, Brebes, bakal dilanjutkan kembali. Rekanan menyanggupi menyelesaikan proyek Jembatan Plompong.

"Dalam forum, rekanan menyatakan sanggup menyelesaikan pekerjaannya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Nushy Mansur saat meninjau longsor yang memutus jalan Bantarkawung-Ketanggungan di Dukuh Marenggeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kamis (8/2) kemarin.

Namun, menurut Nushy, kelanjutan pembangunan jembatan harus menunggu hasil konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PU. ‘’Secara aturan sebenarnya boleh (dilanjutkan). Tapi kita tetap konsultasi untuk memperkuatnya saja,’’ ujar Nushy.

Pembangunan jembatan Plompong dimulai sejak pertengahan 2017. Proyek senilai Rp 10,8 miliar tersebut untuk mengganti jembatan lama yang kritis dan rawan putus. Namun hingga tutup tahun anggaran 2017, proyek tersebut belum selesai. Dinas PU kemudian memberikan kesempatan 50 hari kepada rekanan untuk menyelesaikan pengerjaannya. Sayang, sebagian rangka jembatan yang sudah terpasang ambruk setelah perancah tiang diterjang banjir, akhir Januari kemarin.

Pemberian kesempatan 50 hari kepada rekanan, kata Nushy,  untuk menyelesaikan pekerjaannya karena jembatan itu dibutuhkan oleh masyarakat. "Salah satu pertimbangan kami adalah kemanfaatan jembatan baru bagi masyarakat. Jembatan lama sudah kritis dan rawan putus," kata dia.

Jika benar dilanjutkan, apakah waktu yang tersisa akan cukup bagi rekanan untuk menyelesaikan pekerjaannya? Nushy menjelaskan akan ada masa pengembalian kondisi sebelum terjadi bencana banjir yang menyebabkan jembatan ambruk. Setelah pengembalian kondisi selesai, baru kemudian pengerjaan jembatan dilanjutkan.’’Misalnya waktu yang tersisa dari 50 hari pemberian kesempatan tinggal 20 hari, maka pengerjaan jembatan harus selesai dalam waktu 20 hari,’’ kata dia.

(Teguh Inpras Tribowo /SMNetwork /CN26 )