image

PEMELIHARAAN TERPADU: Manager PLN Rayon Gombong Kharisma Aditya memberikan arahan kepada petugas yang akan melakukan pemeliharaan terpadu dalam kegiatan Panjat Tiang Tuntas (PTT). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

10 Februari 2018 | 03:33 WIB | Suara Kedu

Antisipasi Gangguan, PLN Gombong Lakukan Pemeliharaan Terpadu di Wilayah Rawan

GOMBONG, suaramerdeka.com- PT PLN (Persero) Rayon Gombong berkomitmen untuk menjaga mutu keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.  Salah satunya dengan mengantisipasi terjadinya gangguan pasokan listrik kepada pelanggan melalui pemeliharaan terpadu.

Melalui kegiatan bernama Panjat Tiang Tuntas (PTT), Kamis (8/2) PLN Rayon Gombong melakukan pemeliharaan terpaduk di wilayah yang rawan terjadi gangguan pasokan listrik. Kegiatan PTT dilaksanakan pada jalur suplai listrik Gombong 05 meliputi Kecamatan Kuwarasan dan Buayan seperti Desa Banyumudal, Rogodono, Wonoyoso dan Kuwaru.

Adapun jumlah tiang terpanjat sebanyak 141 tiang dan material digunakan 208 buah isolator untuk penggantian baru. Dalam kegiatan yang berlangsung selama rentang waktu pukul 08.00-16.00 WIB tersebut, sebanyak 75 personil diterjunkan. Personil yang terlibat merupakan seluruh petugas teknik dan penyedia jasa teknik pendukung ketenagalistrikan.

"Pemeliharaan terpadu diprioritaskan pada jalur yang rentan terhadap gangguan. Selain melakukan penggantian isolator dan juga dilakukan pemangkasan pohon yang berpotensi menganggu pasokan listrik," ujar Manager PLN Rayon Gombong Kharisma Aditya kepada Suara Merdeka, Jumat (9/2).

Lebih lanjut, Aditya menambahkan, PLN Rayon Gombong berkomitmen kepada seluruh pelanggan untuk menyediakan pasokan listrik secara aman dan nyaman. Pemeliharaan secara terpadu tersebut merupakan langkah pencegahan agar lebih memberikan rasa aman kepada pelanggan.

Berikan Edukasi

Selain itu, dalam kegiatan PTT pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya listrik, memberikan contoh saat bekerja wajib menggunakan peralatan Alat Pelindung Diri (APD). Pihaknya mengimbau warga memotong pohon untuk menjaga jarak aman pohon dari jaringan minimal 2,5 meter agar tidak menyebabkan gangguan pada distribusi pasokan listrik.

"Listrik sudah menjadi kebutuhan fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kegiatan rutin masyarakat. Untuk itu menjaga mutu keandalan pasolan listrik sudah menjadi kewajiban kami sebagai penyedia listrik utama kepada seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.

Aditya menerangkan, jumlah pelanggan PLN Rayon Gombong saat ini mencapai 138.000 pelanggan. Dari jumlah tersebut 86.000 merupakan pelanggan pascabayar dan 52.000 pelanggan prabayar. Adapun rasio elektrifikasi atau perbandingan jumlah rumah tangga yang sudah terlistriki dengan total rumah tangga di Rayon Gombong mencapai 96 %.

"Sisanya warga masih nyalur dengan tetangga karena kondisi perekonomian maupun tinggal di lokasi yang sulit dijangkau, termasuk akses jalan yang cukup ekstrim," ujarnya.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, pihaknya melakukan pemasaran keliling ke desa-desa. Untuk pasang listrik baru tinggal menghubungi nomor 0287123. Sepanjang tidak perlu perluasan jaringan, program tiga hari nyala.

"Kami juga mengingatkan kepada pelanggan pascabayar untuk membayar tagihan sebelum tanggal 20 setiap bulannya," tandasnya.

(Supriyanto /SMNetwork /CN39 )