image

LEWATI SALURAN AIR : Warga melewati saluran air di lokasi longsor Jalan Bantarkawung-Ketanggungan di Dukuh Marenggeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Brebes.

10 Februari 2018 | 01:05 WIB | Suara Pantura

Longsor Susulan, Akses Jalan Tertutup Total

BUMIAYU, suaramerdeka.com- Jalan kabupaten ruas Bantarkawung-Ketanggungan yang longsor di Dukuh Marenggeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung pada Rabu (7/2) hingga kemarin, masih tertutup total sehingga belum bisa dilewati kendaraan. Malah bertambah parah setelah longsor susulan yang menyeret seluruh badan jalan, Kamis (8/2) sore.

Menurut Kades Sindangwangi Sudaryo, badan jalan yang semula tinggal 1 meter, sekarang habis. Motor tidak bisa lewat.  Meski sudah tidak ada lagi badan jalan yang tersisa, warga masih melewati lokasi tersebut untuk beraktivitas ke kebun atau ladang.

‘’Ya lewat saluran air di sisi kiri jalan (dari arah Sindangwangi), habis mau bagaimana lagi. Kita sudah ingatkan warga untuk berhati-hati,’’ kata kades.

Sementara itu, warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, mereka mengaku akan kembali mengungsi jika hujan kembali mengguyur.

’’Ya kalau siang kita kembali ke rumah. Tapi kalau nanti turun hujan, kita ngungsi ke tetangga lagi,’’ kata Rohadi salah seorang warga yang rumahnya terancam longsor, kemarin.

Camat Bantarkawung Gunarto melalui Kasi Tramtib M Imron membenarkan adanya longsor susulan yang memperparah kondisi jalan poros tengah kabupaten Brebes itu.

’’Adapun material longsor yang menutup jalan di sejumlah titik seperti di Babakan sudah dibersihkan menggunakan alat berat,’’ kata dia.

RumahRetak-retak

Ditambahkan, kerusakan infrastruktur yang dipicu hujan lebat pada Rabu (7/2) terus bertambah. Di Dukuh Cikamuning, Desa Pengarasan, delapan rumah dan satu bangunan mushala mengalami retak-retak. Ke delapan rumah itu masing-masing milik Warto (56), Wahrun (35), Atam (35), Darojo (40), Husminto (37), Muratmo (60), Kasma (65), Adi (35) Casrono (37). ‘’Sudah kita cek ke lokasi, rumah mereka retak-retak pada bagian lantai dan dinding,’’ kata Imron.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eko Andalas mengatakan penanganan jalan yang putus akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). ‘’Teknisnya yang lebih mengetahui DPU,’’ kata dia.

Terkait dengan warga terdampak bencana baik di Marenggeng, Desa Sindangwangi maupun Cikamuning, Desa Pengarasan, BPBD telah memberikan bantuan logistik yang meringakan beban warga. Pihaknya meminta warga tetap waspada karena hujan berpotensi masih terus mengguyur. Jika turun hujan warga diminta menjauh atau mengungsi ke lokasi yang aman.

(Teguh Inpras Tribowo /SMNetwork /CN39 )