image

TERJANG BANJIR: Sejumlah pengguna jalan menerjang banjir yang menggenangi jalur utama pantura Kendal di Kecamatan Kaliwungu. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

10 Februari 2018 | 00:17 WIB | Semarang Metro

Diguyur Hujan Deras, Jalur Pantura Kendal Kebanjiran

KENDAL, suaramerdeka.com – Hujan deras yang turun sejak Jumat (9/2) sore menyebabkan jalur pantura Kendal kebanjiran. Banjir menerjang empat kecamatan, yaitu Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, dan Kendal. Kondisi terparah ada di Kecamatan Kaliwungu. Jalur utama tersebut tertutup genangan air mencapai sekitar 50 sentimeter. Sejumlah sepeda motor yang menerjang banjir, mengalami mati mesin. Ratusan rumah di tiga kecamatan tersebut diprediksi kebanjiran.

Muhlisin, salah satu warga, mengatakan, genangan air mulai menutup jalan pantura sekitar pukul 18.00. Banjir di jalur pantura dan sekitarnya karena luapan dari Kali Aji di Kaliuwungu dan Kali Waridin di Kecamatan Brangsong. ‘’Hujan turun sejak pukul 17.00 dan mulai banjir sekitar pukul 18.00,’’ kata dia.

Warga lain, Hadak, mengatakan, banjir yang terjadi kali ini cukup besar. Sebab, biasanya jika hujan deras, hanya jalan raya yang terendam setinggi 30 centimeter dan tidak masuk ke pemukiman warga. Namun kiriman air dari selatan ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu. ‘’Biasanya air hanya lewat mas. Sekitar 30 menit sudah surut. Namun, kali ini sepertinya lebih parah,’’ kata dia.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet, mengatakan, pantauan sementara banjir melanda empat kecamatan, yaitu Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, dan Kendal. Hingga semalam belum terdapat laporan warga yang mengungsi. ‘’Kami menyiapkan dapur umum di balai Desa Kebonadem. Dapur umum itu untuk melayani desa-desa yang terdampak banjir. Perkiraan sementara ratusan rumah di empat kecamatan terendam banjir,’’ terangnya. 

(Rosyid Ridho /SMNetwork /CN39 )