image

LEPAS IKAN: Ikan sumbangan wartawan Magelang dilepaskan ke sejumlah sungai di Kabupaten Magelang.(Foto suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)

09 Februari 2018 | 23:30 WIB | Suara Kedu

HPN 2018, PWI Magelang Salurkan Bantuan Buku dan Ikan

BOROBUDUR, suaramerdeka.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 dengan menyalurkan bantuan buku dan ikan untuk pelestarian ekosistem sungai.

Ketua PWI Kabupaten Magelang Bagyo Harsono mengatakan bantuan buku disalurkan kepada SD Kanisius Wanurejo sementara bantuan ikan kepada sejumlah aktivis pelestari ekosistem sungai. Hal ini dilakukan untuk membantu memajukan pendidikan sekaligus melestarian ekosistem sungai.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melengkapi bakti wartawan Magelang setelah pada HPN 2017 menanam pohon, melepas bibit ikan dan melepasliarkan burung di lereng Gunung Merapi. "Kami menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk bersama memajukan Magelang dan melestarikan lingkungan," kata Bagyo.

Bagyo mengatakan pihaknya mengawali rangkaian HPN dengan ziarah ke makam Budiharjo, mantan Menteri Penerangan sekaligus tokoh pers nasional. Adapun puncak acara HPN adalah refleksi dan sarasehan di Pondok Tingal, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (9/2/2018).

Refleksi dan sarasehan ini dihadiri wartawan dari berbagai media  serta berbagai elemen masyarakat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi masyarakat.

Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengapresiasi kiprah wartawan Magelang yang tidak hanya terbatas dalam aktivitas jurnalistik namun juga peduli pendidikan dan peduli lingkungan. "Wartawan di Magelang tidak hanya menulis, tetapi juga mempromosikan wisata bahkan menanam pohon," katanya.

Wabup berpesan agar wartawan tetap berpegang teguh pada kaidah jurnalistik dan menjunjung tinggi integritas serta obyektifitas dengan memberitakan kabar yang valid. Disebutkan bahwa godaan tidak mengenal orang, termasuk kepada wartawan.

"Bisa saja ada iming-iming keuntungan pribadi jika menulis berita miring. Apalagi, saat ini Kabupaten Magelang akan menghadapi Pilkada. Informasi yang diberikan hendaknya yang benar, matang dan seimbang. Berita yang tidak benar akan menjadi penipuan publik," katanya.

Sesuai tema HPN yakni Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, ia meminta para wartawan tidak menonjolkan perbedaan yang bisa memecah belah masyarakat. "Perbedaan tidak perlu dicolokkan, tetapi persamaan yang ditonjolkan agar persatuan dapat dicapai bersama," kata wabup.

(MH Habib Shaleh /SMNetwork /CN19 )